alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Cara UNU Blitar Kenalkan Lingkungan Kampus

Diikuti 910 Maba, Langsung Dimotivasi Wagub Jatim

24 September 2020, 08: 58: 07 WIB | editor : Didin Cahya FS

FOKUS PEMBENTUKAN KARAKTER: Ketua BPPT UNU Blitar KH. Masda’in Rifai Ahyad usai memukul gong dengan disaksikan rektor, dekan, dan dosen UNU Blitar pada pembukaan PKKMB kemarin (23/9).

FOKUS PEMBENTUKAN KARAKTER: Ketua BPPT UNU Blitar KH. Masda’in Rifai Ahyad usai memukul gong dengan disaksikan rektor, dekan, dan dosen UNU Blitar pada pembukaan PKKMB kemarin (23/9). (UNU BLITAR FOR RADAR BLITAR)

PKKMB tahun ajaran 2020/2021 resmi dibuka oleh Rektor UNU Blitar Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.Pd, kemarin (23/9). Pembukaan PKKMB juga dihadiri Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar, pengurus Badan Pelaksana Perguruan Tinggi (BPPT) UNU Blitar, serta para dekan dan dosen.

Dipusatkan di aula UNU Blitar di Jalan Masjid, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjekidul, pembukaan kali ini tidak dihadiri langsung para mahasiswa baru (maba). Mengingat, dalam situasi pandemi Covid-19 harus menghindari kerumunan, sehingga turut mendukung protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Mahasiwa mengikuti pembukaan secara daring melalui aplikasi virtual.

PKKMB tersebut digelar selama tiga hari, dimulai Senin (23/9) hingga Jumat (25/9). Di tahun ajaran baru ini, ada sebanyak 910 mahasiswa baru yang mendaftar ke UNU Blitar. Sebagian besar sudah melakukan daftar ulang, dan sebagian lain sedang dalam proses.

Rektor UNU Blitar Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.Pd menjelaskan, PKKMB merupakan kegiatan pengenalan kehidupan kampus. Para mahasiwa baru diajak mengenal lingkungan baru kampus tempatnya menimba ilmu. "Selama PKKMB itu dijelaskan tentang tata cara atau prosedur perkuliahan, tata cara bergaul, serta tata cara pembelajaran akademik dan banyak lagi hal lainnya," jelasnya usai pembukaan, kemarin.

Selama tiga hari tersebut, ungkap Zainuddin, mahasiswa mendaptkan materi-materi tentang kehidupan kampus, sistem pendidikan, sumber daya manusia, hingga tentang pandemi Covid-19, serta pencegahannya. "Dan yang terpenting materi tentang aswaja dan ke-NU-an," ujarnya.

Selain penyampaian materi, mahasiswa baru juga diajak berdialog secara interaktif. Kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan mahasiswa baru, sebagai mahasiswa UNU Blitar. Mereka lantas dikenalkan dengan fakultas masing-masing.

Kegiatan PKKMB ini, harus dilakukan secara daring karena masih dalam situasi pandemi korona. Meski demikian, tidak mengurangi esensi kegiatan dan bisa saling melindungi dan jauh lebih aman.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak juga menyampaikan sambutan secara daring. Dalam sambutannya, wagub mengajak mahasiswa baru UNU Blitar, untuk bisa berpikir kreatif dan inovatif di era saat ini. Terutama di tengah situasi pandemi korona.

Mahasiswa baru, harus memiliki semangat berkreasi dan berinovasi sesuai bidang akademik masing-masing. Dengan kreatif dan inovatif, maka diharapkan bisa dan siap menghadapi tantangan zaman. "Meski dalam situasi saat ini, semangat kita jangan melemah, justru harus menguat," ungkap Emil.

Sementara itu, Ketua BPPT UNU Blitar KH. Masda'in Rifai Ahyad menegaskan, UNU Blitar merupakan kampus yang beorientasi pada pembentukan karakter. Hal itu, merupakan gagasan utama universitas dalam membangun pendidikan karakter kepada mahasiswa.

Menurut dia, keilmuan harus juga dilengkapi dengan beberapa hal di antaranya akhlak dan adab. Mahasiwa UNU harus memiliki akhlak yang terpuji di samping berilmu. "Di samping itu, kami juga menanamkan pemahaman ahlussunnah wal jamaah. Ini yang membedakan UNU dengan kampus lainnya. Itu menjadi muatan penting dalam pembelajaran di kampus," terang pria yang juga Ketua PCNU Kabupaten Blitar ini.

Sejak didirikan pada 2016 lalu, UNU Blitar terus melakukan sejumlah terobosan. Salah satu terobosannya, adalah pemberian sertifikasi profesi kepada mahasiswa yang telah lulus kuliah.

Di samping diberikan ijazah kelulusan, mahasiswa juga mengantongi sertifikasi profesi. Di mana, sertifikasi tersebut menjadi modal untuk melamar pekerjaan. "Sertifikasi profesi justru diperlukan baik di pasar nasional maupun internasional," ungkapnya.

Dia berharap, mahasiswa baru tersebut bisa turut serta dalam mengembangkan UNU Blitar menjadi kampus terbaik di Blitar Raya. Sesuai visi dan misi UNU Blitar yaitu, menghasilkan lulusan yang cerdas, religius, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu berkembang secara profesional. "Dari NU untuk umat, dari NU untuk warga Blitar, dari UNU untuk bangsa," ujar pria ramah ini. (*)

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia