alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Dua SD Negeri Bakal Merger

Untuk Efisensi KBM di Modangan

24 September 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

JADI SATU: Salah satu SD yang telah di-merger di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

JADI SATU: Salah satu SD yang telah di-merger di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. (FIMA PURWANTI/RADAR BLITAR)

KANIGORO, Radar Blitar - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blitar berencana melakukan penggabungan atau merger dua sekolah dasar (SD) negeri. Kedua sekolah tersebut adalah SD Negeri Modangan 1 dan SD Negeri Modangan 4, lokasi keduanya saling berdekatan yakni di Jalan Raya Modangan, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok. Realisasi merger tersebut masih dalam proses dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Penggabungan atau merger sekolah dilakukan agar lebih efisien. Sebab, adanya dua sekolah atau lebih yang berada di lokasi berdekatan dinilai dapat menimbulkan kompetisi antarsekolah. Selain itu, sedikitnya jumlah siswa atau tenaga pengajar juga mempengaruhi dilakukannya merger.

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Disdik Kabupaten Blitar Kusnawati mengatakan, rencana merger sekolah hanya akan dilakukan pada dua SD di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok pada tahun ini. Dua sekolah tersebut berada di lokasi berdekatan. Sehingga, rencana merger dilakukan untuk efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Untuk tahun ini hanya ada dua sekolah akan di-merger. Yaitu SD Negeri Modangan 1 dan 4, karena lokasi keduanya berdekatan. Jadi lebih efisien kalau jadi satu di SD Negeri Modangan 1," katanya kepada Koran ini kemarin (23/9).

Berdasarkan data dari Disdik Kabupaten Blitar, ada 18 SD negeri di-merger pada 2019. Sehingga, 18 SD tersebut diringkas menjadi 9 SD. Adapun salah satu SD yang dimerger yakni, SD Kesamben 1 dan SD Kesamben 5.

Kusnawati menjelaskan, pelaksanaan merger pada dua sekolah tersebut, masih dalam tahap proses pengajuan. Ada beberapa tahapan harus dilalui sebelum sekolah di-merger. Termasuk surat keputusan (SK) dari Bupati Blitar sebagai bukti persetujuan. Namun, realisasi merger ditargetkan selesai akhir tahun ini. "Masih proses pengajuan, ada beberapa tahapan proses lagi sampai keluarnya SK Bupati untuk bukti persetujuannya. Targetnya akhir tahun ini sudah bisa terealisasi," tuturnya.

Di samping itu, dia menyebutkan, ada banyak pertimbangan dalam merencanakan penggabungan dua atau lebih sekolah. Di antaranya, jumlah siswa ataupun tenaga pengajar sedikit, serta lokasi sekolah saling berdekatan. Merger sekolah dilakukan untuk mencapai efisiensi proses pembelajaran. Selain itu, untuk mengurangi kompetensi antarsekolah.

"Tujuan yang lain itu juga untuk mengurangi kompetisi antarsekolah karena lokasinya berdekatan. Jadi kedepannya, tidak ada lagi saling rebutan siswa saat penerimaan siswa baru. Maka merger dilakukan," ungkapnya. (*)

(rt/ima/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia