alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Kabupaten Butuh 2.251 Guru SD

Karena Banyak Pensiun, Terpaksa Rekrut GTT

25 September 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

SANANWETAN, Radar Blitar - Kekurangan jumlah tenaga pengajar atau guru masih terjadi di Kabupaten Blitar. Khususnya pada lembaga sekolah dasar (SD), yang masih membutuhkan sekitar dua ribu lebih guru pengajar. Pengangkatan guru tidak tetap (GTT) terpaksa dilakukan sebagai upaya memenuhi jumlah kekurangan guru tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar belum bisa menutupi kekurangan guru pengajar di tingkat SD. Kekurangan guru pengajar, selalu terjadi setiap tahun. Faktor utamanya, banyaknya yang telah memasuki masa purna tugas.

 Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blitar Haris, membenarkan adanya kekurangan guru pengajar di tingkat SD terutama sekolah negeri. Kekurangan guru terjadi hampir setiap tahun. Termasuk juga kekurangan tenaga pendidik di posisi kepala sekolah.

"Untuk tahun ini, kita masih kekurangan guru sekitar 2 ribu lebih. Itu untuk SD saja. Sedangkan untuk kepala sekolahnya, di tingkat SD itu sekitar 150 orang," ujarnya.

Berdasarkan data dari Disdik Kabupaten Blitar, jumlah total kekurangan guru di tingkat SD yakni sekitar 2.251 orang. Rinciannya, untuk guru kelas sebanyak 1.825 orang, dan guru olah raga sebanyak 426 orang. Kemudian, untuk jabatan kepala sekolah sekitar 156 orang. Sementara untuk jumlah lembaga SD Negeri di Kabupaten Blitar yakni 637 lembaga.

Haris menyebutkan, banyaknya tenaga pengajar yang memasuki usia pensiun, menjadi salah satu penyebab terjadinya kekurangan guru. Guru yang memasuki masa pensiun secara bersamaan cukup banyak. Sedangkan, pengangkatan guru tidak tetap (GTT) dilakukan untuk menutupi jumlah kekurangan guru tersebut.

"Penyebabnya, ya karena banyak yang masuk usia pensiun, dengan jarak yang lumayan dekat. Jadi solusinya, ya dengan adanya pemenuhan melalui perekrutan GTT, dan juga ada beberapa pengajar yang harus merangkap," terangnya.

Sementara itu, kata Haris, untuk pengangkatan guru melalui calon pegawai negeri sipil (cpns) hanya dapat dilakukan sesuai dengan formasi yang disepakati oleh pemerintah pusat. Menurut dia, kekurangan guru pasti terjadi karena pemberian formasi berdasarkan pada zero growth alias tidak ada penambahan.

"Kalau pun ada penambahan dari cpns nantinya, itu tetap tidak bisa langsung terisi semua, karena formasi yang ditetapkan tidak banyak. Formasinya sesuai dengan ketentuan pusat, jadi tidak bakalan terisi penuh kekosongan tenaga pengajar itu," ungkapnya. (*)

(rt/ima/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia