alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Beri Latihan di Rumah

Jerip Payah Aries Setiawan Siapkan Atlet Panjat Tebing

Kedepankan Safety Procedure

25 September 2020, 18: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BERPRESTASI : Aries Setiawan berfoto bersama dengan atletnya. Yakni Amiruddin Davit Ibrahim, Triwulan Oktaviasari, dan Angga Reski Pradana.

BERPRESTASI : Aries Setiawan berfoto bersama dengan atletnya. Yakni Amiruddin Davit Ibrahim, Triwulan Oktaviasari, dan Angga Reski Pradana. (DOKUMEN ARIES SETIAWAN FOR RATU)

Pandemi Covid-19 menghambat capaian prestasi para atlet. Salah satunya, cabor panjat tebing. Pasalnya, banyak kejuaraan yang ditunda bahkan ditiadakan. Namun hal itu, tidak membuat Aries Setiawan patah semangat untuk menyiapkan atlet berprestasi. Ia terus beri porsi latihan di rumah untuk menjaga stamina, fisik, dan mental atlet menuju target Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2021.

SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Kedungwaru, Radar Tulungagung

Pandemi Covid-19, memaksa seseorang untuk membatasi kegiatan di luar rumah. Kondisi itu lantas berimbas pada aktivitas para atlet. Khususnya atlet cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Mereka harus menunda latihan di lapangan, guna mengurangi kegiatan berkerumun yang rawan akan sebaran Covid-19.

Tentu hal ini, membuat Aries Setiawan memutar otak. Karena sebagai pelatih cabor panjat tebing, ia diharuskan tetap memberikan materi serta exercise demi mengasah kemampuan peserta didiknya. Terlebih, kini ia punya target berupa perolehan medali di kejuaraan tingkat provinsi (Kejurprov) Jawa Timur tahun 2021 mendatang.

Ditemui koran ini, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Tulungagung ini mengatakan, keterbatasan aktivitas latihan akibat Covid-19 ini membuat para atlet tidak dimungkinkan mengaplikasikan latihan di lapangan. Lantas, para atlet yang tergabung di FPTI Kabupaten Tulungagung diberi menu latihan di rumah. Berupa latihan fisik untuk menjaga fisik atlet dengan porsi olahraga yang berbeda-beda. "Atlet Puslatkab kami di kelas junior ada 2 anak laki-laki, kelas U-19 ada 2 anak laki-laki. Sedangkan, yang belum Puslatkab untuk kelas junior 2 anak dan kelas Kids ada 12 anak," kata warga Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru ini.

Namun demikian, karena pandemi ini juga meniadakan kompetisi maka pihaknya berusaha mengukur prestasi atletnya. Salah satunya dengan melakukan latihan gabungan (latgab) dengan 3 kota besar langganan juara. Tentunya dalam hal ini tetap mematuhi protokol kesehatan. "Dan hasilnya cukup memuaskan meski pandemi seperti ini. Bahkan ada kemajuan," katanya.

Bapak dua anak ini juga, memegang lisensi sebagai pelatih atlet panjat tebing tingkat 1 (kabupaten) sejak 2017 dan juri panjat dinding provinsi tahun 2016. Tak heran, kemampuannya dalam membina para atlet tidak diragukan lagi. Bahkan jauh sebelumnya, pengalaman pria 35 tahun itu juga cukup banyak. Ia pernah memanjat sejumlah tebing di beberapa wilayah seperti tebing Sawo, Tulungagung; Lembah Kera, Malang; tebing Sepikul, Trenggalek; tebing Citata, Jawa berat; tebing Siung di Jawa Tengah; dan masih banyak lainnya. "Sampai sekarang juga masih mengikuti pengibaran bendera di tebing Sepikul, Trenggalek setiap 17 Agustus setiap tahun. Itu program FPTI Pengprov Jatim," tuturnya.

Aries bercerita jika kegiatan olahraganya panjat tebing sempat tidak didukung orang tuanya. Karena sangat berisiko tinggi dan salah satu olahraga ekstrim. Dia pun juga pernah jatuh, beruntung ada pengaman sehingga hanya mengalami luka-luka ringan. Maka dari itu, pihaknya berkomitmen untuk membina anak-anak yang menyukai cabor panjat tebing untuk mengedepankan safety procedure, mental, fisik dan didampingi orang yang sesuai di bidangnya sebelum melakukan pemanjatan.

"Kami juga ingin menyosialisasikan, kalau di Tulungagung punya olahraga panjat tebing dan diharapkan kita bisa melahirkan atlet berprestasi. Oleh karena itu, di tengah pandemi ini, kami tetap berusaha maksimal untuk menyiapkan kompetisi 2021. Mengingat, dari pemkab sendiri sudah memfasilitasi kami," terangnya.

Aries mengatakan setelah GOR Lembu Peteng boleh dimanfaatkan kembali oleh warga, latihan di arena wall climbing akan kembali dilaksanakan. Latihan biasanya digelar tiap Selasa, Jumat dan Sabtu. Namun tentunya dengan protokol kesehatan. "Kendala kami ketika hujan atau mendung, karena sangat berbahaya jika nekat melakukan pemanjatan. Meski begitu, tetap latihan fisik (porsi latihan) tetap dikedepankan untuk menjaga kebutuhan stamina," tandasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia