alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Minim Perempuan Penulis

Tekad dan Upaya Silvi Nur Suhaili Berkiprah di Dunia Penulisan

Ingin Berkarya di Kancah Nasional

26 September 2020, 18: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

LUAR BIASA: Terlihat Silvi Nur Suhaili menunjukkan piala juara 1 dalam lomba penulisan tingkat Jatim yang pernah diraihnya.

LUAR BIASA: Terlihat Silvi Nur Suhaili menunjukkan piala juara 1 dalam lomba penulisan tingkat Jatim yang pernah diraihnya. (DOK PRIBADI)

Berbagai prestasi telah diperoleh khususnya dalam dunia penulisan oleh Silvi Nur Suhaili.  Dari bidang ini, cewek asal Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol ingin menunjukkan ke dunia. Bahwa perempuan yang selama ini sangat sedikit berkecimpung dalam dunia penulisan, ternyata juga bisa ikut andil mewarnai dunia penulisan di Indonesia, yang selama ini didominasi oleh laki-laki.

MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN, Sumbergempol, Radar Tulungagung.

Sore itu terlihat seorang perempuan menggenakan kerudung berada di sudut ruangan yang penuh dengan buku-buku. Benar dia adalah Silvi Nur Suhaili, seorang perempuan yang memiliki segudang prestasi di bidang penulisan.

Silvi, -sapaan akrabnya, mengatakan, berbagai kegiatan penulisan pernah dia ikuti. Seperti salah satunya dia pernah menjuarai lomba penulisan tingkat Jawa Timur (Jatim) yang diadakan Dewan Kerja Daerah (DKD) Kwartir Daerah (Kwarda) Jatim. Tak tanggung-tanggung dia menyabet juara 1 dalam lomba tersebut. “Bekal saya hanya senang menulis saja, dan beberapa kali mengikuti kursus kepenulisan secara online,” tuturnya.

Selain mengikuti lomba, perempuan ramah itu juga aktif mengisi tulisan pada blog. Puluhan tulisan sudah memenuhi blog tersebut. Seringkali dia menulis berdasarkan pengalaman dan inspirasi yang dia dapat. Bahkan, dimana pun tempatnya ketika dia menemukan inspirasi, pada saat itu juga dia akan mencatatnya dalam buku atau seutas kertas. “Biasanya ketika saya berpergian dan menemukan inspirasi, seketika itu langsung saya catat,” ungkapnya.

Cewek kelahiran 1 Juli 2001 ini menceritakan, menulis itu bukanlah perkara yang mudah. Untuk bisa menulis dengan baik, harus bisa melawan rasa malas pada diri sendiri. Dan untuk menghilangkan rasa malas, setidaknya harus sering membaca, karena menulis dan membaca adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. “Saya harus bisa melawan rasa malas dalam diri saya sendiri. Dan dari pengalaman serta membaca pasti insiparasi akan mengalir dengan sendirinya,” ujarnya.

Dengan bekal menulis juga mempermudahnya menjajaki dunia perkuliahan. Dan pas sekali, saat ini dia sedang mengambil jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Tentu tanpa bekal menulis dia tidak akan memberanikan diri untuk mengambil jurusan tersebut. “Saya bersyukur bisa menggeluti dunia penulisan dengan serius, apalagi saat ini saya mengambil jurusan bahasa dan sastra indonesia,” terang perempuan yang saat ini menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Perempuan tiga bersaudara itu, berkeinginan untuk bisa terus berkarya hingga bisa menerbitkan buku. Karena di Indonesia, sangat sedikit sekali perempuan yang berkecimpung dalam penulisan, jika dibandingkan laki-laki. Maka dari itu dia terdorong untuk bisa berkarya dengan tulisannya dalam kancah nasional. “Saat ini perempuan harus ikut andil dalam penulisan Indonesia yang didominasi laki-laki. Dan itulah salah satu motivasi saya untuk menulis,” pungkasnya.(*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia