alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Tak Terkontrol, Berdampak Fisik-Psikis

Orang Tua Wajib Luangkan Waktu untuk Anak

27 September 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

ATUR WAKTU: Beberapa orang bermain game bersama menggunakan smartphone.

ATUR WAKTU: Beberapa orang bermain game bersama menggunakan smartphone. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung ­– Hampir tiap hari selama pandemi Covid-19, anak menghabiskan waktunya  di rumah. Banyak dari mereka tertekan dengan banyaknya tugas selama pembelajaran dari rumah. Maka dari itu tak heran banyak anak yang melampiaskannya dengan ngegame. Jika ngegame tanpa terkontrol bisa berdampak negatif baik  fisik atau psikis.

Salah satu Psikolog di Tulungagung Mirna Wahyu Agustina, M.Psi mengatakan, pada dasarnya apapun hal yang dilakukan berlebihan pasti tidak baik. Bahkan hal yang positif bisa menjadi negatif jika dilakukan  berlebihan. Apalagi bermain game berlebihan, tentu akan berdampak negatif bagi anak. “Meskipun game bisa menjadi hal yang positif di tengah pandemi saat ini, tapi jika berlebihan akan menjadi hal negatif,” tuturnya.

Mirna –sapaan akrabnya menjelaskan, bermain game berlebihan akan memberikan dampak secara psikis ataupun fisik. Secara psikis anak yang sudah kecanduan dengan game, biasanya akan lebih cenderung agresif, menunjukkan sikap melawan jika dilarang. Dan bisa mengakibatkan anak tidak sabaran, insomnia serta susah untuk diajak berkonsentrasi ketika belajar. “Kalau sudah kecanduan anak sulit konsentrasi, karena yang dipikirkan hanya game saja,” jelasnya.

Kemudian, secara fisik anak yang kecanduan game biasanya sering kelelahan, mata perih dan badan pegal-pegal karena terlalu lama bermain game. Di lingkungan anak cenderung tidak adaptif dan kompetitif secara sosial berperilaku pada banyak orang. “Jadi anak akan mudah kelelahan dan sulit untuk adapti di lingkunganya,” tambah perempuan yang juga menjadi doses di IAIN Tulungagung.

Karena itu beberapa hal  harus diperhatikan agar anak tidak kecanduan game  saat pandemi Covid-19. Orang tua harus memiliki strategi  mengontrol waktu anak, kapan anak belajar, kapan harus bermain, kapan waktunya bersama keluarga. Itu harus diketahui oleh orang tua, karena saat ini peran orang tua sangat dibutuhkan. “Orang tua harus memberikan waktu berkumpul bersama menjalin komunikasi dengan anak. Bisa dengan cara menonton TV bersama, belajar bersama atau pergi ke suatu tempat dengan waktu tidak terlalu lama dengan tingkat resiko  kecil,” pungkas perempuan ramah itu. (*)

(rt/mam/dre/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia