alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Sulit Sinyal, di Tulungagung Sensus Penduduk Online Hasilkan 10 Persen

28 September 2020, 12: 02: 10 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERUS DIKEBUT: Nelayan di sekitar Pantai Bayem sedang beraktivitas. Kondisi geografis yang beragam, memicu sensus penduduk online tak optimal.

TERUS DIKEBUT: Nelayan di sekitar Pantai Bayem sedang beraktivitas. Kondisi geografis yang beragam, memicu sensus penduduk online tak optimal. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung – Sensus penduduk secara online di Tulunggagung ternyata tidak berjalan lancar. Pasalnya, memiliki kondisi geografis dan infrastruktur yang berbeda. Akibatnya, banyak orang kesulitan mengisi sensus akibat susahnya sinyal. Selain itu, banyaknya masyarakat yang tidak menguasasi teknologi juga berdampak pada penggunaan sistem online dalam sensus penduduk di Tulungagung.

Kepala Badan Pusat Statitik (BPS) Kabupaten Tulunggagung, Mohammad Amin mengatakan, dari hasil sensus penduduk yang dilakukan secara online di Tulungagung, tercatat hanya mendapatkan angka 10 persen saja. Hal itu sesuai dengan segmentasi pihaknya, yakni orang yang bisa melakukan sensus online adalah kalangan terpelajar, ASN, polisi, dan TNI. “Angka yang kami dapat dari sensus online sekitar 10 persen,” tuturnya.

Minimnya hasil sensus online diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama terkait kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan aplikasi. Kedua, kondisi wilayah Tulungagung yang beragam. Ketiga, infrastruktur tiap wilayah di Tulungagung tidak sama. Dan keempat, beberapa orang tidak memiliki kemampuan membeli paketan. “Terutama akibat kemampuan masyakat mengenai teknologi dan susahnya sinyal di beberapa daerah di Tulungagung,” ujar Amin, -sapaan akrabnya.

Pria ramah itu menambahkan, meski hanya 10 persen hasil perolehan dari sensus penduduk secara online, sensus akan dilanjutkan dengan metode wawancara. Metode tersebut menggerakan sekitar 800 petugas yang akan mendatangi tiap-tiap rumah. Dan sensus menggunakan metode wawancara sudah berjalan sejak 1 September dan akan berakhir pada 30 September mendatang. “Nanti hasil sensus akan dipublikasikan pada 30 September 2020,” tambahnya.

Ada beberapa hal kesulitan saat melakukan sensus penduduk dengan metode wawancara di tengah pandemi saat ini. Setidaknya pihaknya harus memastikan, bahwa dari 800 petugas yang terjun ke lapangan terbebas dari Covid-19. Dan pada saat petugas melakukan wawancara, waktunya juga sangat terbatas. “Kesulitannya adalah kami harus melakukan kegitan wawancara dengan aman dan sangat terbatas waktunya,” terang pria berkacamata itu.

Amin menambahkan, bahkan setiap kali tim terjun ke lapangan untuk menjalankan kegiatan wawancara, harus dilakukan rapid test. Selain untuk memastikan tim aman, juga membuat masyarakat ikut aman saat dilakukan wawancara. “Tiap kali terjun harus rapid test,” pungkasnya. (ham/rka)

(rt/mam/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia