alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Tak Bandrol Mahal

Berawal Coba-coba, Isnatul Nur Baitin Raup Untung dari Lukisan Sketsa

Amati Betul Bentuk Wajah

29 September 2020, 18: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KREATIF: Isna ketika menyelesaikan pesanan sketsa wajah seseorang di kediamannya.

KREATIF: Isna ketika menyelesaikan pesanan sketsa wajah seseorang di kediamannya. (ISNATUL NUR BAITIN FOR RATU)

Pandemi Covid-19 tak melulu beri dampak negatif. Buktinya, ditengah imbauan dirumah saja, Isnatul Nur Baitin ini malah dapat untung. Yakni punya waktu lebih untuk menyelesaikan puluhan orderan sketsa wajah yang dijadikan kado spesial untuk orang terkasih.

SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Kalidawir, Radar Tulungagung

Cuaca cukup cerah kemarin (28/9). Membuat siapapun semangat beraktivitas. Tidak terkecuali Isnatul Nur Baitin. Usai mengikuti kuliah dalam jaringan (daring), gadis asal Dusun Karangsono, Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir ini kembali dengan rutinitasnya di depan pensil dan buku gambar.

Sembari duduk bersila, gadis 20 tahun ini tampak fokus menggoreskan pensilnya di atas kertas putih yang dia sediakan. Tak ada keraguan. Tangannya yang cekatan, seolah mengikuti tarian pensil tersebut. Tak lama, menggambarkan lekuk wajah seorang. Ya, mahasiswi jurusan Sosiologi Islam IAIN Tulungagung ini tengah menyelesaikan sketsa wajah salah satu pemesan.

Isna sapaan akrab Isnatul Nur Baitin mengaku pandemi Covid-19 ini beri untung. Waktu luang yang lebih, membuatnya dapat fokus dengan hobinya menggambar. Bahkan, ia juga lebih produktif karena dapat memenuhi puluhan pesanan sketsa wajah. "Sejak Juli kemarin, sudah lebih dari 20 pesanan yang saya garap. Insya Allah ini nambah," katanya.

Isna mengaku tak menyangka antusias pemesan begitu tinggi. Padahal, diakuinya ia baru mempelajari teknik-tekniknya yang didapat dari teman satu organisasi/UKM Seni di kampus. Serta belajar mandiri lewat media sosial dan di platform YouTube awal tahun kemarin. "Karena banyak waktu luang, jadi aku mencoba mengasah kemampuan diri menggambar lagi dan lagi," katanya

Dari beberapa literatur yang didapatnya, dia kemudian iseng membuat kado berupa lukisan sketsa wajah untuk teman kakaknya. Namun tak disangka, mendapat respon positif dan mendukung Isna untuk mengembangkan kreativitasnya. Hal itu pun memicu Isna semakin semangat mengembangkan bakat gambarnya. Dengan memperbanyak latihan agar bisa dan terbiasa. "Melihat pasar, aku mencoba memberi giveaway gitu di medsos. Niatnya sekalian promosi dan minta kritik saran," tuturnya.

Selang beberapa hari kemudian hari, banyak yang respon minta digambarkan dan order hingga saat ini. Pemesan rata-rata lingkup Tulungagung dan Blitar. Beberapa ada yang dari kalangan teman sendiri, orang-orang sekitar, dosen IAIN Tulungagung, bahkan ada yang dari Gus/pengasuh pondok pesantren di Tulungagung. "Mereka pesan untuk kado ulang tahun, kado wedding, kado anniversary, kado wisuda, bahkan ada yang pesan untuk pajangan rumah foto satu keluarga dengan ukuran lebih besar," terangnya.

Untuk harga, ia tak mematok tinggi. Karena pasarnya di kalangan anak SMA dan mahasiswa yang diketahui memiliki uang saku terbatas. Yakni mulai harga Rp 70 ribu sampai Rp 150 ribu untuk ukuran frame 10R-14R. Harga itu bisa tinggi juga tergantung kesulitan dan jumlah wajahnya. "Ada pula yang minta sketsa aja. Tanpa frame," jelasnya.

Untuk kesulitan, kata Isna, di bagian raut wajahnya. Karena setiap orang pasti memiliki bentuk wajah yang berbeda-beda sehingga perlu mengetahui karakter wajahnya ketika ingin menggambarkan. Dalam hal ini, ia mengaku membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 1-3 hari bergantung kesulitan wajah dan jumlah wajah. "Bahkan ada yang pengerjaannya sampai seminggu. Karena satu keluarga, banyak wajah. Dan finishing cukup lama, karena saya mencoba lebih detail," tandasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia