alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Testimoni

Operasi Miom Pakai JKN-KIS, Ringankan Beban Djumilah

29 September 2020, 08: 28: 45 WIB | editor : Bella Orlandis

Operasi Miom Pakai JKN-KIS, Ringankan Beban Djumilah

TULUNGAGUNG – Adanya Program Jaminan Kesehatan NasionalKartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk semua kalangan tentu dirasa sangat bermanfaat. Seperti pengalaman salah seorang wiraswasta di Kabupaten Tulungagung, Djumilah (55) yang pernah memanfaatkan JKN-KIS untuk pengangkatan  daging tumbuh nonkanker (tumor jinak) dalam rahim atau biasa disebut miom. “Membantulah (Program JKNKIS, -red). Pernah operasi di-cover BPJS, operasi miom, angkat kandungan. Itu tahun 2018,” ucap Jumilah. Berawal dari sakit perut, Jumilah kemudian memeriksakan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung. Disanalah akhirnya diketahui bahwa miom telah bersarang di rahimnya. Kemudian dokter menyarankan untuk operasi. 2 hari di rumah sakit, Jumilah sempat merasa jadwal operasinya diperlama, namun ternyata menunggu kondisinya sampai stabil, bukan karena menggunakan JKN-KIS. “Sempat merasa tidak segera dilayani, apa karena pakai JKN, ternyata tidak seperti itu. Alhamdulillah pelayanan bagus. Saya nyaman sekali, tidak dipersulit, tidak ada bedanya dengan yang umum, sama saja,” ujarnya. Sementara mengenai biaya, Jumilah mengaku hanya membayar selisih biaya kamar, karena naik kelas perawatan. Tentunya biayanya jauh lebih rendah dari biaya pengobatan seluruhnya. “Saya naik kelas ke VIP. Keluar biaya hanya biaya selisih kamar saja. Kalau pakai umum sekitar Rp 13juta, saya hanya bayar sekitar Rp 5juta. Kontrol juga pakai JKN, gratis. Meringankan beban. Seperti saudara saya juga, baru 2 bulan menjadi peserta, sakit di bagian perut, perutnya besar, kemudian harus operasi. Tidak ada biaya yang keluar sama sekali, Rp 0. Kalau pakai umum sekitar Rp 29juta,” jelasnya. Meskipun memakai JKN-KIS, Jumilah merasa percaya dan nyaman. Saat ini, dirinya sudah sehat dan tidak ada keluhan lagi. “Percaya, nyaman saja waktu pakai JKN, penanganan sama, obatnya juga sama. Tidak seburuk itu (Program JKN-KIS, -red), karena kan saya ngalami sendiri, baik-baik saja, juga mengatrol biaya berobat,” terangnya. Jumilah juga mengatakan bahwa mempunyai JKN-KIS akan lebih mudah ketika sakit. Namun demikian, Jumilah berharap tidak sakit walaupun mempunyai JKN-KIS. Lebih baik membantu yang sakit, dengan membayar iuran, daripada sakit. “Meringankan beban, kita sebulan tidak terasa. Kalau ada keluhan kan lebih mudah, lebih nyaman, tidak setengah-setengah nyari obat dan nyari biaya. Kalaundak sakit ya alhamdulillah, tidak apa-apa. Lebih baik ndak sakit daripada sakit, tetapi kan kitandak tau kapan kita sakit. Bayar iuran walaupun ndak sakit, tidak apa-apa. Lebih enak membantu (yang sakit,-red) daripada sakit,” tuturnya. Jumilah mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena telah sangat membantu dan meringankan beban orang yang sakit. Dirinya berharap BPJS Kesehatan bisa lebih baik. “Bersyukur alhamdulillah dengan adanya BPJS Kesehatan, sangat membantu meringankan beban orang yang sakit. Terima kasih banget sama BPJS Kesehatan. Bagi peserta yang menunggak iuran, agar segera dibayar, karena pasti akan membutuhkan,” ucap Jumilah. (Jamkesnews. com/*)

(rt/dre/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia