alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

November Harus Sudah Lelang

Diserahterimakan Semester 2

30 September 2020, 11: 07: 24 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Tulungagung – Program seragam gratis bagi siswa baru kelas I SD dan VII SMP dipastikan segera bergulir. Ini setelah pengadaan program yang telah berjalan kurang lebih 3 tahun ini akan segera memasuki tahap lelang. Bahkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung menargetkan proses lelang akan dimulai pada November mendatang. “Paling tidak nanti November sudah harus lelang, supaya bisa segera terealisasi,” tegas Plt Kepala Dispendikpora Kabupaten Tulungagung, Hariyo Dewanto Wicaksono.

Pria yang akrab disapa Yoyok ini mengatakan, meskipun ditargetkan November akan memasuki masa lelang, namun ia tak menampik jika seragam gratis tidak dapat diberikan tahun ini. Namun akan diterima pada tahun depan atau saat masuk semester 2 tahun ajaran 2020/2021.Penundaan ini dikarenakan adanya perubahan rencana dalam pembagian seragam gratis. “Menerimanya dipastikan tetap tahun depan atau saat semester 2,” terangnya.

Seperti diketahui, semula pemberian program seragam gratis hanya diberikan kepada siswa kurang mampu. Nantinya seragam akan didistribusikan berupa uang dalam bentuk kartu. Siswa dapat membelanjakan uang tersebut ke toko-toko seragam yang telah ditunjuk oleh pemerintah untuk menyediakan seragam dan atribut sekolah. Namun, rencana ini terpaksa harus ditunda mengingat infrastruktur pendukung belum memadai.

Karena menggunakan sistem lelang, sama seperti tahun sebelumnya, rencananya bantuan akan dibagi ke siswa berupa seragam dan atribut sekolah siap pakai. Hanya untuk pengadaan tahun ini kualitas barang akan ditingkatkan jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Disinggung mengenai evaluasi dari program ini, pihaknya mengaku akan kembali mengkaji program seragam gratis apakah akan tetap menggunakan sistem lelang atau beralih menggunakan kartu untuk transaksi. Tak hanya itu, terkait sasaran penerima pun juga akan dikaji kembali. Dari semula seluruh siswa baru akan menerima seragam, atau akan diubah hanya untuk siswa kurang mampu. “Tentunya akan kami kaji kembali untuk perbaikan di tahun ajaran mendatang. Yang pasti untuk tahun ajaran ini akan tetap menggunakan sistem lelang seperti tahun lalu,” imbuhnya.

Disinggung mengenai besaran anggaran yang dibutuhkan, Yoyok mengatakan jika dari hasil koordinasi diperkirakan program seragam gratis akan menelan anggaran Rp 22,5 miliar (M). Sementara jumlah sasaran penerima akan dilakukan pendataan kembali. Ini untuk memastikan seluruh siswa baru dapat menerima bantuan.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencana pemberian seragam gratis bagi siswa baru hanya berfokus pada siswa dari keluarga kurang mampu. Ini dengan menunjukkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), program keluarga harapan (PKH), maupun dokumen lain yang menunjukkan siswa berasal dari keluarga tidak mampu. Nantinya siswa akan menerima berupa kartu berisi dana sebesar Rp 750 ribu untuk jenjang SD dan Rp 1 juta untuk jenjang SMP. Nantinya siswa dapat membeli seragam di toko-toko maupun koperasi yang telah ditunjuk oleh pemerintah dengan cara menggesek kartu tersebut. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia