alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Enam Pedagang di Alun - Alun Belum Menerima Stimulus

01 Oktober 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MENJELANG PENUTUPAN: Penyaluran stimulus Rp 400 ribu untuk pelaku UM beberapa waktu lalu.

MENJELANG PENUTUPAN: Penyaluran stimulus Rp 400 ribu untuk pelaku UM beberapa waktu lalu. (AGOES FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Pelaku usaha mikro di Alun – alun mengeluhkan belum meratanya dana stimulus Rp 400 ribu yang diberikan Pemkab Trenggalek kepada pelaku usaha mikro. Pasalnya dari 30 orang yang sehari – hari berjualan di seputaran alun – alun, ada enam orang yang belum menerima bantuan stimulus tersebut.

Sumilih, salah satu pelaku UM yang sehari – hari berjualan makan minum di sisi barat alun – alun menyampaikan dari 30 orang yang tergabung dalam paguyuban penjual mamin alun – alun sisi barat, enam orang belum menerima, salah satu adalah dirinya.

Menurut dia, keenam orang yang belum mendapatkan stimulus tersebut terkena imbas pandemi Covid-19, karena sempat tidak mendapatkan penghasilan akibat pembatasan sosial lalu. Pembatasan sosial membuat dagangan sepi dan omzet merosot. "Terimbas sekali, karena konsumen sepi karena was-was dengan virus korona," ungkapnya.

Sumilih berharap agar stimulus untuk UM dapat tersalurkan secara merata. Menurut dia, bantuan tersebut bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), artinya dana dari pemerintah untuk masyarakat. "Kami berharap agar bisa tersalurkan secara merata karena yang kena imbas semua UM," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek Agoes Setiyono mengatakan, penyaluran stimulus Rp 400 ribu dilakukan sejak 10 - 30 September 2020, dengan kuota untuk 15 ribu pelaku UM di 14 kecamatan. Dia membenarkan dari jumlah tersebut ada yang belum menerima. "Ada yang belum menerima bantuan," ungkapnya.

Menurut Agoes, dari 15 ribu orang alokasi awal, ada sekitar 50 orang yang tidak mendapatkan stimulus pelaku UM. Adapun kendala yang dialami, yakni ada yang belum mendapat informasi penyaluran dari pemerintah desa, ketidaksesuaian alamat kerja di luar kota, dan sebagainya. "Hanya sekali gelombang, bagi yang sudah terdaftar masih bisa mengambil stimulus untuk UM-nya," ujarnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia