alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Pembuatan Paspor Turun 75 Persen

Akibat Covid-19

01 Oktober 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MENUNGGU: Tampak mahasiswa yang sedang difoto untuk dilakukan verifikasi data dalam proses pembuatan paspor.

MENUNGGU: Tampak mahasiswa yang sedang difoto untuk dilakukan verifikasi data dalam proses pembuatan paspor. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

BOYOLANGU, Radar Tulungagung – Adanya pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan pengajukan pembuatan paspor. Faktor dari penurunan pembuatan paspor adalah banyak dari negara tujuan yang belum membuka warga dari luar negara untuk memasuki wilayahnya. Akibatnya banyak masyarakat yang menunda untuk membuat paspor sembari menunggu dibukanya kembali negara tujuan.

Kasi Dokumen dan Izin Tinggal, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Moch. Andri Budiman mengatakan, selama pandemi Covid-19 permintaan paspor sangat jauh berkurang. Hal ini berbeda ketika sebelum ada pandemi Covid-19. Jika pada hari biasa pihaknya membuka 150 kuota untuk pembuatan paspor per harinya. Tapi saat ini, hanya dibuka 48 kuota per harinya dan orang yang membuat paspor hanya sekitar 20 sampai 30 orang atau mengalami penurunan sekitar 75 persen. “Bahkan dari kuota 48 per harinya, tidak ada dari 20 orang juga pernah,” tuturnya.

Andri, –sapaan akrabnya menjelaskan, rendahnya pembuatan paspor diakibatkan dari banyak negara tujuan yang saat ini masih belum menerima kedatangan kunjungan dari orang luar negeri. Karena saat ini beberapa negara tujuan masih menerapkan pembatasan. Dan melihat kondisis saat ini, banyak dari masyarakat yang enggan membuat paspor. “Kebanyakan dari masyarakat memilih untuk membuat paspor jika negara tujuan sudah bisa menerima kembali kedatangan dari orang luar negeri,” jelasnya.

Termasuk rendahnya minat masyarakat Tulungagung. Biasanya dari Kota Marmer banyak masyarakat yang membuat paspor untuk keperluan umrah, haji ataupun pekerja migran Indonesia (PMI). Namun, saat ini sangat jarang sekali yang mengajukan paspor. “Di Tulungagung tidak ada yang mendominasi karena pembuatan paspor lebih variatif. Dan saat ini pembuatan paspor dari Tulungagung juga sangat rendah,” papar pria ramah itu.

Selain itu, dia juga menjelaskan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan untuk masa berlaku paspor. Dari masa berlaku paspor 5 tahun, akan diubah menjadi 10 tahun. Namun, peraturan tersebut belum berlaku, karena masih menunggu peraturan turunannya. “Kami masih menunggu peraturan turunannya. Dan nanti akan ada update sistem dari Dirjen Imigrasi terkait pemberlakuan paspor masa berlaku 10 tahun,” jelasnya.

Diperkirakan perubahan masa berlaku paspor akan segera teralisasikan pada tahun ini. Melihat peraturan dari pusat juga sudah ada. Pihaknya juga belum mengetahui secara pasti, apakah nanti biaya paspor juga akan ditambah atau masih sama yakni Rp 350 ribu. “Jika sudah ada aturannya mungkin realisasinya tidak akan lama,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia