alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Hakim Cek Lokasi Bidang Tanah

Sidang Pemeriksaan Bidang Terdampak Pembangunan Bendungan Bagong

13 Oktober 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KONDUSIF: Perwakilan majelis hakim Feri Anda sedang memberitahukan kepada warga untuk sidang putusan pada 20 Oktober 2020 nanti. 

KONDUSIF: Perwakilan majelis hakim Feri Anda sedang memberitahukan kepada warga untuk sidang putusan pada 20 Oktober 2020 nanti.  (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/ RADAR TRENGGALEK)

BENDUNGAN, Radar Trenggalek – Sidang perkara permohonan keberatan ganti kerugian warga terdampak Bendungan Bagong berlanjut ke tahapan pemeriksaan lokasi di Desa Winong, Kecamatan Bendungan pada Senin (12/10). 

Kuasa hukum warga Harus Yudianto mengatakan, peninjauan lokasi ke lahan Desa Winong, Kecamatan Bendungan, bertujuan untuk verifikasi kondisi bidang lahan yang terdampak pembangunan Bendungan Bagong. Peninjauan lokasi, kata dia, dengan melihat bidang sawah, rumah, hingga bangunan rumah. "Jadi intinya, majelis hakim ingin memastikan (lokasi, Red) dengan melihat lokasi, apakah lokasinya benar atau tidak, obyek yang diajukan betul atau tidak," ungkap Haris.

Dia melanjutkan, pemeriksaan saksi juga memastikan kesesuaian antara berkas dengan kondisi lapangan. Misalnya, dalam sidang lalu ada berkas berupa satu sertifikat namun memiliki tiga rumah. Selain itu, pemeriksaan lokasi juga mengecek tanah kering dan tanah sawah. "Semua obyek dilihat semua," ujarnya.

Dengan selesainya tahap pemeriksaan lokasi, kata Haris, sidang keberatan warga atas nilai yang diberikan tim appraisal cenderung rendah bisa berlanjut ke tahap berikutnya yaitu putusan. Dia mengakui tahap berikutnya adalah tahap penentuan. "Berkaitan mengenai keberatan saksi pada sidang lalu, itu tetap mengacu sidang putusan nanti. Dikabulkan tidak, nantinya kita lihat," ucapnya.

Sementara itu, perwakilan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek Feri Anda mengatakan, pihaknya sudah memeriksa lokasi bidang yang terdampak pembangunan Bendungan Bagong. Menurut dia, sidang bisa dilanjutkan untuk tahap mendengarkan putusan majelis hakim pada 20 Oktober 2020 nanti. "Sidang ditunda dan akan masuk sidang putusan pekan depan. Dengan catatan agar pihak-pihak yang bersangkutan atau perwakilan saja yang boleh mengikuti jalannya sidang," ungkapnya.

Seperti diberitakan, warga di Kecamatan Bendungan merasa keberatan dengan rendahnya harga ganti rugi dari tim appraisal terrhadap tanah dan bangunan mereka yang terdampak pembangunan Bendungan Bagong. Warga kemudian memperkarakannya ke meja hijau.(*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia