alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Dua MA Siap KBM Luring

Kemenag Masih Tunggu Petunjuk Pusat

15 Oktober 2020, 10: 34: 47 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BELUM LURING: MAN Kota Blitar sepi karena masih memberlakukan KBM secara daring.

BELUM LURING: MAN Kota Blitar sepi karena masih memberlakukan KBM secara daring. (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar- Wilayah Kota Blitar kini sudah dikategorikan dalam zona kuning Covid-19. Meski demikian, tak lantas pembelajaran luring kembali diaktifkan. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar belum dapat memastikan kapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada lembaga pendidikan di bawah naungannya dapat digelar. Alasannya, masih menunggu kepastian dari Kemenag RI.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Blitar, Habiburohman menyatakan, pihaknya masih belum mendapatkan petunjuk teknis (juknis) dari Kemenag RI. "Masih belum ya. Kami masih menunggu," ujarnya.

Dia mengatakan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum suatu lembaga pendidikan naungan kemenag dinyatakan siap menggelar KBM luring selama masa pandemi. Di antaranya, lembaga pendidikan harus berada pada minimal zona kuning Covid-19, lembaga diharuskan mempersiapkan sarana fisik maupun non-fisik yang berkaitan dengan fasilitas new normal. Selain itu, lembaga dipersilahkan melaporkan kesiapannya kepada pengawas lembaga, satgas Covid-19, dan kemenag.

Ketika itu semua bisa dipenuhi, pihak-pihak terkait akan survei dan monitoring ke lembaga yang sudah melapor. Apabila hasilnya dinyatakan steril dan siap, pihak otoritas akan memberikan izin pada lembaga untuk menggelar KBM secara luring.

Sejauh ini, lanjut Habib, kemenag pusat baru mengizinkan KBM luring pada satuan madrasah. Yakni tingkat madrasah aliyah (MA) atau setingkat SMA. Tingkatan di bawah MA belum diperkenankan melaksanakan KBM luring. Alasannya, risiko penularan Covid-19 lebih besar mengingat usia siswa yang rata-rata masih belum dewasa. "Kalau lembaga di bawah itu (MA, Red) masih belum ya. Dari surat keputusan (SK) memang seperti itu," jelas Habib.

Pria ramah itu melanjutkan, sampai sekarang, ada dua dari tiga MA di wilayah Kota Blitar yang sudah melaporkan kesiapannya. Yakni MA Nurul Ulum dan MA Bustanul Muta'allimin. Menurut dia, status zona kuning Covid-19 perlu dipastikan kembali. Jangan sampai ketika KBM luring diterapkan, justru muncul klaster baru.

Terlebih lagi, nantinya warga madrasah perlu beradaptasi dengan kurikulum darurat Covid-19. Di dalamnya, mengatur tentang teknis pelaksanaan KBM tatap muka dan materi ajar yang berbeda dibanding kurikulum normal. Karena itulah, kemenag masih perlu mengkaji kondisi di lapangan sembari menungu pentunjuk pemerintah pusat. (*)

(rt/tya/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia