alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Iuran JKN-KIS Tak Sebanding dengan Bagusnya Pelayanan

16 Oktober 2020, 08: 25: 01 WIB | editor : Bella Orlandis

Iuran JKN-KIS Tak Sebanding dengan Bagusnya Pelayanan

TULUNGAGUNG – Telah lama menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Alvian Galih Baskoro (26) pernah memanfaatkan program ini untuk penanganan penyakittypus yang dialaminya setiap tahun. Peserta JKN-KIS asal Kabupaten Tulungagung ini mengatakan, penyakitnya kambuh apabila kondisi tubuhnya lelah dan pola makan yang tidak teratur. Berkali-kali sakit, berkali-kali pula Alvian menggunakan JKN-KIS untuk jaminan kesehatannya. “Saya jadi peserta JKN sejak jaman PT Askes (Persero), sebagai anak PNS (Pegawai Negeri Sipil). Setelah lulus kuliah langsung mengurus untuk daftar jadi peserta mandiri. Dulu waktu masih kuliah sering sakit typus. Hampir setiap tahun opname. Kalau kecapekan, makan tidak teratur, pasti kambuh. Waktu sakit itu ya pakai JKN,” tuturnya. Bersyukur setelah kuliah penyakittypus-nya tidak pernah kambuh. Namun, tidak lama ini Alvian mengaku mengalami musibah, jatuh dari ketinggian 5 meter, sehingga harus mendapatkan beberapa jahitan di jari kelingking tangan kanannya. Dari beberapa kali pelayanan kesehatan yang diperolehnya tersebut, Alvian merasa selalu dilayani dengan baik dan tidak dipersulit. “Pas sudah jadi peserta mandiri pernah jatuh dari ketinggian 5 meter. Dibawa ke rumah sakit, dapat jahitan. Dari opname typus dulu sampai yang jatuh itu pakai JKN pelayanannya bagus, enak, tidak dipersulit,” ujarnya. Sementara disinggung mengenai sejumlah iuran yang dibayarkan setiap bulan, Alvian mengatakan iuran yang dibayarkan setiap bulan tidak sebanding dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang didapatkan. “Kalau dibandingkan dengan iuran yang dibayarkan, kalau misal kelas 1 rawat inap, sebelum penyesuaian iuran hanya Rp 80.000,- saat itu, saya bisa mendapatkan fasilitas yang bagus. Per hari saja berapa biaya rawat inapnya. Dengan iuran sekian, sangat diluar ekspektasi,” ucap Alvian. Inilah mengapa Alvian merasa menjadi peserta JKN-KIS itu sangat penting. Sakit dan musibah tidak ada yang tahu kapan datangnya. Tidak selamanya juga kondisi keuangan selalu baik dan ada. Dengan adanya Program JKN-KIS, ketika sakit sudah terjamin. “Program JKN-KIS itu bagus. Kita tidak tahu kapan kita jatuh sakit, kena musibah. Ya kalau kita punya uang, kalau pas kondisi yang lain, misal uang tinggal sekian. Anggap saja kita nabung ke BPJS Kesehatan, tabungan kesehatan. Jadi kalau kita sakit, kita bisa pakai JKN. Dan JKN ini bukan dipakai kita sendiri, tetapi bisa membantu orang lain yang sakit,” terangnya. Alvian mempunyai prinsip, membayar iuran JKN-KIS untuk bersedekah, membantu orang lain yang sakit dan tidak memiliki biaya. Baginya, tidak ada manusia yang ingin sakit, namun beberapa orang yang kurang beruntung dari segi ekonomi dan sakit bisa terbantu melalui Program JKN-KIS. “Kalau saya dan keluarga itu prinsipnya punya JKN seperti membantu orang yang sakit yang tidak punya biaya, anggap saja shodaqoh. Setidakperlunya kita dengan JKN, suatu saat nanti kita pasti akan memerlukan, tidak sekarang tetapi suatu saat nanti. Sangat perlu JKN itu, kita harus daftar. Berapapun kelas perawatannya, kita akan terbantu,” ucapnya. Alvian berharap BPJS Kesehatan semakin bisa memberikan pelayanan yang nyaman bagi pesertanya.(Jamkesnews.com/*) 

(rt/dre/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia