alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kakek Bejat, Tega Gauli Cucu Hingga Berbadan Dua

Kini Mendekam di Tahanan

16 Oktober 2020, 10: 54: 25 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BEJAT: M, warga Kecamatan Kanigoro saat ditetapkan tersangka oleh polisi.

BEJAT: M, warga Kecamatan Kanigoro saat ditetapkan tersangka oleh polisi. (POLRES BLITAR FOR RADAR BLITAR)

TALUN, Radar Blitar - Kelakuan kakek yang satu ini sungguh kelewat batas. Bukannya mengayomi sang cucu, justru menghancurkan masa depannya. Seperti kelakuan M, warga Kecamatan Kanigoro.

Kakek 72 tahun tersebut, tega menggauli cucu dari keponakannya sendiri, sebut saja Mlenuk. Mirisnya, kondisi remaja 15 tahun itu kini tengah berbadan dua alias hamil. Pelajar yang saat ini duduk di bangku kelas X SMA, itu dipaksa untuk melayani nafsu birahi tersangka.

Aksi kakek bejat yang kini berstatus tersangka ini sudah dilakukan empat kali dan selalu dilakukan di rumah Mlenuk. "Modusnya, tersangka memaksa menyetubuhi korban dengan mengiming-imingi uang, setelah itu kemudian melampiaskan nafsu birahinya," jelas Kasatreskrim Polres Blitar AKP Donny Kristian Bara Langi, kepada Koran ini kemarin (15/10).

Infografis

Infografis

Nah kasus persetubuhan terungkap, setelah orang tua (ortu) korban melaporkan perbuatan tersangka ke Polres Blitar. Saat itu, orang tua curiga melihat perut Mlenuk semakin membesar. "Ortu curiga kalau korban hamil. Akhirnya dilakukan pengecekan, dan hasilnya positif," ujarnya.

Usia kandungannya saat itu sudah lima bulan. Kepada ortunya, korban lalu menceritakan bahwa orang yang menghamilinya adalah M, yang tidak lain adalah kakak kandung dari nenek korban. "Perbuatan bejat sudah dilakukan empat kali di rumah korban dengan bujuk rayu. Mengiming-imingi korban dengan uang Rp 350 ribu," tegas perwira dengan tiga balok di pundak ini.

Aksi cabul pelaku, pertama kali dilakukan sekitar Mei lalu. Saat itu sekitar pukul 07.30. Mlenuk sedang duduk santai di bale-bale menonton televisi. Tiba-tiba datang M dan langsung menciumi korban. Kebetulan, saat itu kondisi rumah sedang sepi.

Korban yang merasa risih, akhirnya pindah ke ruang tamu lalu duduk di sofa. M ternyata belum puas, dan mengikuti cucu keponakannya itu ke ruang tamu. Di sofa itulah, M memaksa korban untuk melayani nafsu birahinya.

Dari pengakuan tersangka, karena tak kuasa menahan syahwat dan kemolekan tubuh Mlenuk, tersangka kembali melakukan perbuatan nejatnya pada Juni. Itu kembali dilakukan di rumah korban. "Ketika korban berada di dalam kamarnya. Lalu didatangi tersangka. Sambil memberikan sejumlah uang, tersangka lalu melampiaskan nafsunya ke korban," tuturnya.

Aksi bejat tersangka itu terus berlanjut hingga Agustus. Seiring berjalannya waktu, perut korban semakin membesar dan diketahui telah hamil lima bulan. "Dari situlah korban menceritakan semua perbuatan tersangka kepada ortunya, dan kemudian langsung melaporkan perbuatan bejat pelaku ke polisi," terangnya.

Setelah mendapat laporan dari ortu korban, polisi langsung meringkus pelaku. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian dalam korban, hasil tes kehamilan, dan sejumlah uang tunai.

Akibat perbuatannya itu, kini pelaku harus mendekam di tahanan Polres Blitar. Tersangka terancam dijerat pasal 81 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 5 miliar," ungkapnya. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia