alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pak Guru Gantung Diri

16 Oktober 2020, 21: 29: 38 WIB | editor : Andrian Sunaryo

OLAH TKP : Petugas Inafis memvisum luar terhadap korban AS. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

OLAH TKP : Petugas Inafis memvisum luar terhadap korban AS. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. (Humas Polres Tulungagung for ratu)

SENDANG, Radar Tulungagung – Seorang guru berinisial AS ditemukan tewas dengan kondisi leher terikat alias gantung diri  di kandang belakang rumahnya di Desa Dono, Kecamatan Sendang,  Jumat siang (16/10).  Diduga, pria  52 tahun itu nekat mengakhiri hidupnya karena depresi akibat sakit  dideritanya tak kunjung sembuh.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neni Sasongko mengatakan AS  berstatus pegawai negeri sipil (PNS) itu seorang guru SMP Negeri 2 Tulungagung. Sebelum ditemukan tewas, AS menjalani aktivitasnya seperti biasanya. Yakni pagi sekitar pukul 07.00 pergi ke sekolah untuk absen atau check lock. "Ada saksi yang mengaku melihat korban ini pergi ke sekolah," katanya

Ketika itu, saksi tak melihat gerak gerik yang mencurigakan. Namun, karena sebelum sampai sesudah jumatan tidak melihat korban, saksi berinisiatif mencari keberadaannya. Dengan menelusuri ke kebun belakang rumah korban hingga ke kandang ayam. Sesampainya di kandang ayam, betapa kagetnya saksi melihat kondisi AS yang lehernya terikat. Saksi pun  memberitahu warga sekitar, perangkat dan polisi. "Setelah dilakukan olah TKP serta melakukan identifikasi pada jasad korban tidak ditemukan unsur-unsur penganiayaan," tuturnya.

Dari pengakuan keluarga, memang minggu-minggu ini korban lebih menutup diri. Ia juga mengeluhkan tangannya yang kesemutan hingga tidak dapat berolahraga tenis. Kendati demikian, keluarga korban yang mengetahui kejadian ini meminta tidak diotopsi karena menganggapnya musibah. "Mereka juga membuat pernyataan yang pada intinya pihak keluarga menyadari dan ikhlas terhadap kematian korban," tandasnya. (*)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia