alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Gelar Deklarasi Netralitas ASN dan Penandatanganan Tolak Anarkis

Diikuti Berbagai Elemen Masyarakat

17 Oktober 2020, 08: 49: 44 WIB | editor : Jessica AP

HARUS KONDUSIF: Pjs Wali Kota Blitar Jumadi  (tengah) bersama jajaran forkopimda Kota Blitar usai apel deklarasi netralitas ASN.

HARUS KONDUSIF: Pjs Wali Kota Blitar Jumadi (tengah) bersama jajaran forkopimda Kota Blitar usai apel deklarasi netralitas ASN. (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar – Sebagai bentuk upaya mewujudkan pemilihan kepala daerah  (pilkada) yang bersih dan meningkatan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), maka Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar apel ikrar netralitas ASN, Jumat kemarin (16/10). Tampak hadir sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Blitar pada acara yang bertempat di kantor Wali Kota Blitar ini.

Pjs Wali Kota Blitar Jumadi menyampaikan beberapa hal. Di antaranya terkait tuntutan kepada ASN agar tetap bersikap netral dan profesional jelang pilkada pada Desember mendatang. "Ini adalah bentuk representasi dari sebuah format untuk menjaga netralitas ASN," ujarnya.

Netralitas ASN, kata dia, dinilai sangat penting dalam menjaga kondusifitas dan objektivitas pilkada. Untuk itu, para ASN Kota Blitar harus siap menerima sanksi apabila nanti didapati adanya oknum-oknum dalam tubuh ASN yang terbukti melanggar. "Hukumannya ada moral dan administratif apabila nanti ada ASN yang melakukan pelanggaran," tegasnya.

Dia menilai jika profesionalisme dan netralitas ASN Kota Blitar terbilang baik. Terbukti dari gelaran-gelaran pilkada sebelumnya. "Tapi saya menilai profesionalisme ASN Blitar ini sudah teruji ya. Karena mereka sudah menunjukkan itu di pilkada yang sebelumnya," sebutnya.

Usai  melaksanakan apel ikrar netralitas ASN, acara dilanjutkan dengan agenda berbeda. Kali ini, pemkot beserta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Kota Blitar, organisasi masyarakat (ormas), tokoh agama, perwakilan mahasiswa dan pelajar beserta beberapa elemen masyarakat, menggelar pernyataan sikap menolak aksi anarkis di wilayah Kota Blitar.

Hal ini menanggapi maraknya aksi anarkis di berbagai daerah menyusul penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang sebelumnya disahkan oleh pemerintah pusat sehingga memicu respon yang beragam di masyarakat.

Juga, sebagai upaya persuasif pada masyarakat Kota Blitar agar tak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu mengingat kini Kota Blitar tengah bersiap menggelar pilkada serentak. "Kita menolak aksi anarkis. Nanti kita ada pilkada di tengah pandemi. Di situ kita butuh kesadaran dan gotong royong oleh masyarakat," kata Jumadi.

Dia menegaskan, peran aktif masyarakat adalah kunci mewujudkan Kota Blitar yang aman dan kondusif. Untuk itu, melalui acara ini, sejumlah pihak yang mewakili berbagai elemen di masyarakat diharapkan nantinya dapat memberikan edukasi tentang bagaimana berkehidupan yang baim sebagai sesama warga kota. "Kekuatan kita ada di masyarakat. Karena itu, kita ajak semua elemen ayo bersama-sama gotong royong," tegasnya.

Dia kembali menekankan komitmen Pemkot Blitar untuk menciptakan suatu kondisi yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Blitar. "Kita ingin ngerumat Kota Blitar agar kondusif," tandasnya. (*)

(rt/tya/esi/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia