alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Uji Coba Luring Kembali Kandas

Zona Oranye, Sekolah Terus Matangkan Sarpras

17 Oktober 2020, 10: 07: 39 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

SANANWETAN, Radar Blitar - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Blitar mulai menyiapkan skenario masa transisi persiapan uji coba belajar tatap muka bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP). Bahkan, seluruh sekolah telah menyiapkan sejumlah sarana prasarana penunjang pencegahan penyebaran Covid-19. Namun, status atau kondisi wilayah menjadi syarat utama dalam menggelar uji coba belajar tatap muka tersebut.

Untuk kini, status Kota Blitar pada peta persebaran Covid-19 Jawa Timur, kembali berubah ke zona oranye, setelah beberapa waktu lalu sempat berstatus zona kuning.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar, Disdik Kota Blitar Didit Rahman Hidayat mengatakan, belum bisa melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka bagi siswa SD maupun SMP di Kota Blitar. Sebab, kondisi atau status wilayah Kota Blitar kembali berada di zona oranye. Oleh karena itu, pembelajaran siswa masih tetap dilaksanakan secara daring.

"Masih belum bisa uji coba pembelajaran tatap muka, semua masih daring. Baik siswa SD atau SMP, masih belum bisa kembali masuk sekolah. Dan meskipun kemarin sempat beredar info masuk sekolah pada 19 Oktober, itu tidak benar karena status Kota Blitar kembali zona oranye. Jadi belum bisa tatap muka," ujarnya saat dimintai konfirmasi, kemarin.

Didit menjelaskan, sejumlah persiapan sebenarnya telah dilakukan, meski belum bisa melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat. Pihaknya telah menyiapkan skema atau skenario masa transisi uji coba tatap muka bagi siswa. Termasuk diantaranya, skema teknis kehadiran siswa dan guru, peraturan protokol kesehatan (prokes) dan sebagainya. Skema tersebut dibuat berdasarkan hasil data siswa dan kesiapan setiap lembaga sekolah.

"Persiapan tetap dilakukan, termasuk skenario atau skema pembelajaran bagi siswa nanti apabila benar - benar masuk sekolah. Ya, nanti termasuk aturan prokesnya, kehadiran dan sebagainya, itu akan disesuaikan dengan data siswa dan kesiapan sekolah," jelasnya.

Di samping itu, Didit menyebutkan, seluruh lembaga sekolah telah diimbau untuk melakukan berbagai persiapan. Tinjauan langsung ke masing- masing lembaga sekolah, juga akan dilakukan sebagai bukti kesiapan atau keseriusan sekolah dalam menyediakan sarpras penunjang kegiatan pembelajaran tatap muka. Sebab, ada sejumlah tahapan atau proses yang harus dilakukan sebelum mendapat ijin untuk menggelar belajar tatap muka di sekolah.

"Tahapannya cukup panjang, ya meskipun semua lembaga sekolah sudah siap sarprasnya, tapi itu saja tidak cukup. Jadi selain harus masuk zoba kuning, harus memenuhi ketentuan dari Kemendikbud, baru kemudian meminta izin kepada wali kota, dan itu bisanya juga ditinjau langsung ke sekolah. Kemarin sudah ada tinjauan ke tiga SD dan tiga SMP," ungkapnya. (*)

(rt/ima/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia