alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features

Jerih Payah Atlet Mengikuti Kejuaraan Wushu Virtual Championship 2020

Lima Bulan Latihan Virtual, Sabet Dua Medali

17 Oktober 2020, 10: 10: 37 WIB | editor : Alwik Ruslianto

OPTIMIS: Seorang atlet cilik wushu tengah bertanding dalam Kejuaraan Wushu Virtual Championship 2020 Di GOR Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, kemarin (16/10).

OPTIMIS: Seorang atlet cilik wushu tengah bertanding dalam Kejuaraan Wushu Virtual Championship 2020 Di GOR Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, kemarin (16/10). (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

Pandemi Covid-19 membuat puluhan peserta atlet wushu Tulungagung harus berusaha ekstra dalam ajang Kejuaraan Virtual Wushu Championship 2020. Karena selama pandemi Covid-19 mereka hanya memiliki waktu singkat dan terbatas untuk mempersiapkan kejuaraan. Namun, jerih payah mereka terbayar dengan sabetan medali.

MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN, KOTA, Radar Tulungagung.

Sore itu terlihat puluhan atlet cilik wushu Tulungagung tengah melakukan pemanasan sebelum bertanding. Terlihat mereka sangat semangat untuk mengikuti kejuaran wushu tersebut. Tapi khusus tahun ini, kejuaraan wushu digelar secara virtual. Hal itu akibat adanya pandemi Covid-19. Jadi hanya ada atlet, pelatih, orang tua, serta kameramen.

Manager Tim Wushu Virtual 2020 Tulungagung, Agus Andrianto mengatakan, hampir tiap tahun selalu digelar kejuaraan wushu di tingkat nasional. Namun adanya pandemi Covid-19, kejuaraan wushu digelar secara virtual. Selain itu di beberapa daerah juga masih banyak yang menerapkan PSBB untuk menghindari penyebaran Covid-19. “Karena ada Covid-19, tidak dimungkinkan untuk menyelenggarakan pertandingan secara tatap muka. Apalagi membawa atlet beserta tim ke kota penyelenggara,” tuturnya.

Agus, –sapaan akrabnya mengungkapkan, kejuraan wushu virtual ini merupakan pengalaman baru baginya. Jika pertandingan sebelum ada Covid-19 digelar dengan tatap muka di hadapan juri dan memiliki atmosfer yang berbeda. Namun, kejuaran wushu virtual kali ini, atlet direkam secara langsung yang terhubung dengan juri yang berada di tempat yang berbeda. “Baru kali ini kejuaraan wushu digelar secara virtual,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dengan adanya pandemi Covid-19 tentu membuat persiapan para atlet wushu Tulungagung sangat terbatas. Pria ramah itu menceritakan, hampir lima bulan lamanya pihaknya tidak bisa menggelar laihan secara tatap muka, akibat Covid-19. Melihat kondisi tersebut, pelatih membuat skema baru agar para atlet tetap bisa latihan untuk persiapan kejuaraan wushu. Skema tersebut adalah latihan virtual menggunakan zoom.

“Jadi selama lima bulan kami latihan secara online dengan zoom. Setiap hari kami memberikan program latihan privat untuk perisiapan para atlet. Dengan demikian mereka tetap berada di rumah dan tetap bisa latihan. Dan kami baru bisa latihan satu bulan sebelum kejuaraan. Meskipun tak dipungkiri hasil latihan tidak sesuai target karena kondisi memang demikian,” teranganya.

Pria berkumis tipis itu menambahkan, meski para atlet melakoni latihan secara terbatas, bukan berarti tidak ada kesempatan untuk menjuarai. Sampai saat ini (kemarin, red) sudah dua dari 10 atlet yang berhasil menyabet medali. Dan masih ada pertandingan terakhir pada esok hari (hari, ini), yang tentu masih ada kesempatan lagi untuk memperoleh medali tambahan. “Total ada 700 atlet se-Indonesia yang mengkuti kejuaraan wushu ini. Dan dari Tulungagung telah menyiapkan 10 atlet untuk ikut bertanding. Sudah dua atlet yang berhasil mendapat medali perak dan perunggu,” paparnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia