alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

KPM Dijamin Mendapat Beras Premium

17 Oktober 2020, 10: 13: 06 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KPM Dijamin Mendapat Beras Premium

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung – Komoditi beras selalu menjadi fokus dalam permasalahan program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Tulungagung. Terutama terkait kuantitas dan kualitas beras. Maka dari itu Tim Koordinasi (Timkor) BPNT Tulungagung merencanakan akan menjadikan Bulog sebagi supplier beras, karena memiliki alat untuk quality control. Dan untuk menghindari terjadinya beras dioplos, nantinya pemasok akan langsung mengambil ke Bulog, yang selanjutnya dikemas ulang (repack) serta diberi nama CV dari pemasok tersebut. Jadi ketika ditemukan beras dengan kualitas non premium langsung bisa ditindak.

Sekretaris Timkor BPNT Tulungagung, Suyanto mengatakan, saat ini tengah menyiapkan juknis BPNT Tulungagung. Juknis tersebut merupakan penjabaran dari pedoman umum (Pedum) program sembako 2020. Dalam juknis tersebut pihaknya berencana akan menjadikan Bulog sebagai supplier beras dalam program BPNT. Hal ini bertujuan, untuk bisa memastikan dan mengontrol beras yang memiliki kualitas premium. “Terkait beras itu yang bisa menentukan apakah kualitas beras premium atau medium kan hanya Bulog yang memiliki alatnya. Kalau pemasok kan tidak bisa menentukan apa kualitas dari beras itu,” tuturnya.

Yanto, –sapaan akrabnya menjelaskan, secara teknis Bulog akan menjadi supllier dari komoditi beras. Dan nantinya para pemasok akan mengambil beras ke Bulog, yang kemudian di-repack dengan kemasan bertuliskan CV, berat, kualitas dan lain sebagainya. Hal itu bertujuan untuk meminimalisir kecurangan dalam komoditi beras yang selama ini terjadi. “Seperti kesepakatan Timkor kemarin, karena pengemasan serta pelebelan dilakukan oleh masing-masing CV, itu akan mempermudah Timkor dalam mengawasi. Sehingga ketika KPM menemukan beras yang memiliki kualitas buruk, kami bisa segera mengetahui dari mana asalnya,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung itu menerangkan dalam rapat Timkor telah disepakati bahwa beras yang diberikan kepada KPM adalah beras berkualitas premium SNI. Dan untuk pemasok merupakan CV yang memiliki gudang, TDP, SIUP, dan NPWP. Saat tercatat ada sekitar 24 pemasok dalam BPNT reguler dan perluasan. Nantinya juga akan dilihat track record-nya. “Kami akan melakukan evaluasi terhadap pemasok melalui kriteria yang telah kami susun,” ujar pria ramah itu.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Bulog Cabang Tulungagung, Junaidi mengungkapkan, memang dari Timkor BPNT Tulungagung ada rencana menjadikan Bulog sebagai supplier beras. Dan karena Bulog memiliki core bisnis terutama pada komoditi beras tentu pihaknya bisa menyanggupi. “Karena kami dipercaya, maka tidak mungkin jika kami tidak melayani. Apalagi itu peluang untuk Bulog,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai bahwa dulu ketika Bulog masih menjadi manager supplier banyak ditemukan beras yang memiliki kualitas tidak layak, pria asal Sumatera Barat itu menerangkan, pada saat ini sistem yang digunakan adalah transporter yang rawan sekali dilakukan pengoplosan sebelum diberikan kepada KPM. “Setelah dilakukan survei ternyata beras dari Bulog rawan dioplos jika menggunakan sistem transporter,” terangnnya.

Pria ramah itu menuturkan, rencananya mekanisme akan dirubah. Jadi pemasok langsung mengambil beras karung di Bulog. Tidak ada lagi transporter, melainkan pemasoklah yang langsung mengambil ke Bulog. Jika nanti di lapangan ditemukan beras yang tidak sesuai dengan kualitas, pihaknya akan melakukan pemeriksaan beras yang ada di pemasok. “Jadi kami menyediakan beras sesuai dengan permintaan Timkor. Jika nanti ditemukan komplai dari masyarakat terkait kualitas beras, kami akan langsung melakukan pemeriksaan kepada beras yang ada di pemasok dengan beras yang diambil dari Bulog. Karena sebelum kami memberikan kepada pemasok kami sudah mengambil sampel dari beras itu. Maka tinggal menyamakan sampel saja,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia