alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tiga Bidang Tanah DH Disita

Diduga Dibeli dari Hasil Korupsi

17 Oktober 2020, 10: 24: 55 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KOOPERATIF : Agung Tri Radityo menunjukkan papan penyitaan aset yang dipasang di aset milik tersangka DH di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, kemarin.

KOOPERATIF : Agung Tri Radityo menunjukkan papan penyitaan aset yang dipasang di aset milik tersangka DH di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, kemarin. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Kasus dugaan korupsi dana perawatan pipa dan kendaraan perusahaan yang menyeret Kabag Perawatan PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung, DH terus bergulir. Kemarin (16/10) Kejari Tulungagung melakukan penyitaan terhadap tiga bidang tanah yang merupakan aset milik DH.

Kajari Tulungagung, Ansari melalui Kasi Intelijen, Agung Tri Radityo mengatakan upaya penyitaan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari proses penyidikan tersangka, DH. Bahkan sebelum  tiga bidang tanah dengan total luas 3.935 meter persegi yang disita, pihaknya telah melakukan penyitaan lebih dulu terhadap empat sepeda motor dan satu mobil merk Honda Brio atas nama DH "Penyitaan ini sudah mengantongi izin dari pihak pengadilan. Dan pihak DH kooperatif," katanya.

Agung, -sapaan akrabnya menyebut aset yang disita ini diperkirakan mempunyai nilai hampir sama dengan kerugian negara yang dia selewengkan. Yakni, sekitar Rp 1,3 miliar. Namun jika dari aset tersebut belum mencukupi, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menelusuri aset lain atas kepemilikan DH. "Prinsip pemberantasan korupsi ini, tidak hanya soal penindakan saja. Tapi juga menyelamatkan/memulihkan kerugian negara. Dengan artian untuk kasus ini, jika nantinya tersangka tidak dapat membayar kerugian tersebut maka ini aset miliknya harus dilelang untuk menutup kerugian yang diakibatkannya," terangnya.

SITA: Agung menunjukkan mobil Honda Brio milik DH yang diamankan di Kejari Tulungagung.

SITA: Agung menunjukkan mobil Honda Brio milik DH yang diamankan di Kejari Tulungagung. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

Dari pantauan koran ini, proses pemasangan papan penyitaan aset DH langsung disaksikan oleh adik, DH. Prosesnya berlangsung lancar dan tak ada perlawanan. Agung menyebut setelah melakukan penyitaan ini, akan langsung menyelesaikan berkas DH untuk dilimpahkan ke Tipikor. "Setelah ini kami akan kebut berkasnya. Maksimal Minggu depan sudah pelimpahan tahap pertama ke jaksa peneliti," tuturnya.

Sekedar mengingatkan, Kejari Tulungagung pada 3 September lalu menetapkan Kabag Perawatan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Cahya Agung Tulungagung, DH sebagai tersangka. Pria berusia 45 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana perawatan pipa dan kendaraan di perusahaan tempat dia bekerja. Kerugian dari  hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim mencapai Rp 1.359.392.000. Terhitung dari tahun anggaran 2016 sampai Februari 2020.

Untuk modusnya, DH diduga melakukan mark up biaya perawatan mobil. Bahkan juga, memalsukan nota/kuitansi biaya perawatan mobil. Modus serupa juga untuk kegiatan perawatan pipa. "Untuk saat ini karena DH kooperatif, dia masih menjadi tahanan kota," tambah Agung.

Atas perbuatannya, tersangka DH dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 dan atau pasal 9 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Agung menyebut pasal 64 ayat 1 ini, karena tersangka melakukan kegiatan tersebut berkelanjutan mulai 2016. "Kalau pasal 2 ayat 1 itu, ancamannya minimal 4 tahun, sedangkan pasal 3 dan pasal 9 itu ancamannya minimal 1 tahun," tandasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia