alexametrics
Minggu, 01 Nov 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Rekom Hajatan Oktober Capai 417

Acara Peringatan Masih Dilarang

17 Oktober 2020, 10: 26: 49 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SIGNIFIKAN: Petugas Tim GTPP Covid-19 sedang melayani orang yang meminta surat rekomendasi di Posko Gugus Tugas Tulungagung.

SIGNIFIKAN: Petugas Tim GTPP Covid-19 sedang melayani orang yang meminta surat rekomendasi di Posko Gugus Tugas Tulungagung. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/Ratu)

KOTA, Radar Tulungagung – Permintaan surat rekomendasi untuk menggelar hajatan di Tulungagung, dalam kurun satu bulan terakhir ini mengalami peningkatan. Bahkan peningkatan permintaan surat rekomendasi mencapai tiga kali lipat jika dibandingkan dengan lima bulan terakhir. Jika dilihat peningkatan tersebut disebabkan faktor adat dan budaya Tulungagung dalam mencari hari baik saat menggelar hajatan.

Wakil Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, meski di tengah pandemi Covid-19, masyarakat masih bisa menggelar hajatan. Namun, sebelum menggelar hajatan masyarakat dianjurkan untuk meminta rekomendasi kepada Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Untuk bisa mendapatkan surat rekomendasi masyarakat harus melengkapi beberpa persyaratan. Seperti, harus ada penanggung jawab, meminta izin kepada kepala desa terkait tempat, melampirkan jumlah undangan serta layout. Karena nantinya kami yang akan menganalisa apakah dilingkungan tersebut ada transmisi lokal atau tidak,” paparnya.

Memang dalam satu bulan terakhir ini, jumlah permintaan surat rekomendasi untuk hajatan mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan pusat data laporan (Pusdalop) Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungaung, pada September 2020 sudah mengeluarkan 417 surat rekomendasi hajatan. Sedangkan pada April hingga Agustus 2020, Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung hanya mengeluarkan 130 surat rekomendasi. “Benar, jadi satu bulan terakhir permintaan rekomendasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sekitar 417,” ujar Galih, -sapaan akrabnya.

Pria berkacamata itu menambahkan, peningkatan permintaan surat rekomendasi hajatan disebabkan karena faktor budaya masyarakat Jawa, khusunya Tulungagung. Sudah menjadi hal yang lumrah jika ingin menggelar hajatan sebelumnya harus mencari hari baik (naga dina). Jadi memang pada bulan tersebut dianggap dan dipercaya sebagai bulan yang baik untuk menggelar hajatan. “Faktornya adalah budaya mencari hari baik sebelum menggelar hajatan. Jadi bisa diprediksi pada bulan-bulan tertentu kegiatan hanjatan akan banyak digelar,” tambahnya.

Pria ramah itu mengaku bahwa hingga saat ini Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung hanya bisa mengeluarkana surat rekomendasi untuk hajatan saja. Sedangkan untuk pagelaran kegiatan yang sifatnya peringatan, hiburan yang mengundang masa dan tidak bisa dikendalikan, pihaknya masih belum bisa mengeluarkan. Namun, jika dalam hajatan tersebut terdapat penyayi untuk media hiburan dan bukan menjadi acara inti, masih diperbolehkan. “Jika di hajatan ada penyanyi masih diperbolehkan, sepanjang tidak menjadi acara inti. Dan dalam menggelar hajatan untuk satu sesi maksimal 3 jam. Misalnya undangan 100 orang dan kapasitas tempatnya hanya untuk 50 orang, maka bisa dibagi menjadi dua sesi,” pungkasya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia