alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Agus Subagyo, Pengali Pasir yang Temukan Arca

Tak Ada Firasat, Bertekad Cari Potongan Patung yang Lain

20 Oktober 2020, 16: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

RAMAH : Agus Subagyo yang ditemui dirumahnya saat menunjukan temuan potongan badan arca beberapa waktu lalu.

RAMAH : Agus Subagyo yang ditemui dirumahnya saat menunjukan temuan potongan badan arca beberapa waktu lalu. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

Agus Subagyo, warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru mendadak terkenal. Tak hanya di lingkungannya, tapi juga di media sosial. Itu setelah videonya viral saat menemukan objek diduga cagar budaya berupa perwujudan arca di tambang galian pasir masuk Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru tempat ia bekerja. Kini, temuannya ia rawat di rumahnya sembari mencari potongan lainnya ketika menggali pasir lagi.

SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Kedungwaru, Radar Tulungagung

Sudah empat bulan ini, Agus Subagyo bekerja sebagai penggali pasir di tambang pasir masuk Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru. Selama itu, ia tak menaruh curiga jika lokasi tempat ia bekerja memiliki banyak bebatuan bernilai sejarah.

Seperti pada Selasa (13/10) lalu, Agus, -sapaan akrabnya, bekerja menggali pasir seperti biasa. Namun, ketika menggali sekitar 70 meter, linggisnya terantuk sebuah batu. Batu tersebut kemudian ia sisihkan. Tak berlangsung lama, tiba-tiba muncul rasa penasaran dengan bentuk batu yang tak biasa itu. Karena sebelumnya, ia dan teman-temannya menemukan sebuah umpak dan lumpang di lokasi tambang. "Karena penasaran, kemudian saya bersihkan. Rasa penasaran ini muncul karena bentuk batu itu juga tidak biasa," katanya saat ditemui di lokasi tambangan.

Namun betapa kagetnya, setelah dilihat seksama oleh pria berusia 47 tahun itu batu yang ditemukannya mirip sebuah patung. Karena terdapat dua tangan yang menggenggam bunga di dada. Lantas, ia beri tahu teman-temannya. "Setelah menemukan itu, teman saya iseng mengambil video dan foto untuk sebarkan di Facebook sama YouTube," katanya.

Ia mengaku tak menyangka akan menemukan benda bersejarah itu. Apalagi sebelumnya, ia tak punya firasat apapun. Lantas, diduga arca perwujudan yang panjang sekitar 21 sentimeter dan lebar 18 sentimeter itu ia bawa ke rumah untuk dirumat. "Banyak yang datang ingin tahu. Kemarin juga ada dari koordinator Balai Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung,  Pak Hariyadi untuk melihatnya," terangnya.

Bapak empat anak ini mengaku tidak ada perawatan khusus dalam merawatnya. Hanya ia simpan di tempat tidak lembap dan terjangkau, agar dapat dibersihkan dari debu tiap harinya. Disinggung rencana ke depan, Agus mengaku masih belum memikirkannya. Hanya saja, jika diminta oleh pemerintah daerah akan menyerahkan setelah 40 hari menginap di rumahnya. "Kepercayaannya gitu. Kalau sekarang diminta jangan dulu. Setelah 40 hari aja," tuturnya.

Sembari menunggu tim BPCB Provinsi Jawa Timur dan dinas terkait, Agus mengaku masih melanjutkan pekerjaan menggali pasir. Sembari mencari potongan kepala dan kaki dari arca berbahan batu andesit yang ia temukan. "Belum tahu ini perwujudan arca apa. Namun saya senang bisa temukan arca ini, menjadi bagian dari penguak sejarah di Tapan," tandasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news