alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Trilogi Pontren ATH Thohiriyah dalam Memberda

Imbangkan Antara Urusan Ukhrawi dan Duniawi

22 Oktober 2020, 11: 47: 00 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SEIMBANG: Pengasuh Pontren ATH Thohiriyah, Fahaq dan Opik tengah memantau perkembangan salah satu usaha pondok yakni peternakan burung, kemarin (21/10).

SEIMBANG: Pengasuh Pontren ATH Thohiriyah, Fahaq dan Opik tengah memantau perkembangan salah satu usaha pondok yakni peternakan burung, kemarin (21/10).

Untuk mencipatakan santri yang berdaya, Pondok Pesantren (Pontren) ATH Thohiriyah, Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru menerapkan prinsip trilogi. Tujuannya agar santri bisa menjalani hidup yang seimbang dalam urusan ukhrawi dan dunia. Karena santri harus kuat secara iman, ilmu, badan, serta ekonomi. Maka dari itu Pontren ATH Thohiriyah memiliki berbagai macam badan usaha milik pesantren (BUMP) untuk mempersiapkan santri yang berjiwa entrepeneur.

Kedungwaru, Radar Tulungagung. Pagi itu beberapa santri tampak serius mengelola berbagai usaha yang dimiliki oleh Pontren ATH Thohiriyah. Memang jika dilihat mulai dari area depan hingga belakang pondok, banyak sekali usaha seperti kolam ikan hias, ikan konsumsi, peternakan burung dan masih banyak lainya. Dan malam nantinya para santri akan dibekali ilmu agama seperti halnya pontren.

Salah satu pengasuh Pontren ATH Thohiriyah, Muhammad Fahaq Rushdan Abdul Halim mengatakan, di Pontren ATH Thohiriyah terdapat prisip trilogi yakni, ngaji untuk mencari ilmu, ngabdi sebagai bentuk pembelajaran santri dan nekani janji yang artinya mengamalkan ilmu yang telah didapat. Karena di Pontren ATH Thohiriyah tidak hanya mengajarkan ilmu agama saja, tapi juga mempelajari entrepeneur. “Kami mendidik para santri untuk bisa menjalankan hidup secara balance antara kepentingan ukhrawi dan dunia,” tuturnya.

Fahaq, –sapaan akrabnya mengungkapkan, tujuan dari pembelajaran entrepeneur untuk santri adalah untuk memberikan pemahaman kepada santri, agar ketika kembali di masyarakat bisa mengamalkan ilmunya kembali. Ketika santri secara ekonomi sudah berdaya, tentu untuk mengamalkan ilmu kepada masyarakat tidak akan ada halangan. Karena tidak menggantungkan ekonominya pada orang lain. “Sesuai dengan kaidah yang dicontohkan oleh nabi bahwa, seseorang itu harus kuat secara iman, ilmu, badan, dan ekonomi,” ungkapnya.

Pria berjenggot itu menjelaskan, di Pondok ATH Thohiriyah memiliki BUMP dengan berbagai macam sektor usaha. Mulai dari budidaya ikan gurami, ikan koi, peternak burung, hidroponik dan masih banyak lainya. Dari berbagai macam usaha yang dimiliki, santri yang masuk dalam pondok tersebut tidak harus mengeluarkan biaya. Jadi dari hasil usaha tersebut akan kembali untuk pondok termasuk memenuhi kebutuhan para santri. “Sistem yang kami gunakan adalah membuat usaha dipondok yang nantinya dari hasil usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhan santri. Dan nanti santri akan digembleng ilmu agama serta entrepeneur,” jelasnya.

Dari berbagai usaha yang dimiliki Pontren ATH Thohiriyah, tiap bulan diperkirakan memiliki omzet sekitar Rp 30 juta. Dari berbagai usaha tersebut, yang memiliki omzet terbanyak adalah usaha ternak burung. “Untuk pemasukan pondok dari usaha, itu juga bermacam-macam, ada yang bulanan dan ada yang tahunan. Tergantung usahanya,”ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengasuh Pontren ATH Thohiriyah, Muhammad Rofi’i Abdul Halim juga menambahakan, memang usaha ternak burung murai itu mudah-mudah gampang, susah-susah mudah. Pihaknya memulai merintis dari kecil, hingga kini sudah pernah menerima orderan dari luar Pulau Jawa. Ternak burung yang sudah berjalan dua tahun lebih ini berhasil mendapatkan omzet terbanyak jika dibandingkan dengan usaha yang lain. “Tiap bulanya dari usaha ternak burung murai ini bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 18 juta,” terangnya.

Opik, –sapaan akrabnya menjelaskan, bahkan di tengah pandemi, permintaan burung murai semakin banyak, terutama di luar pulau. Namun, karena terkendala penerbangan pesawat akibat pandemi Covid-19, banyak pesanan yang harus dibatalkan. “Kami membangun secara bertahap, hingga kini menjadi peternakan murai terbesar kedua di Tulungagung,” jelasnya.(*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news