alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar
Libur Panjang, Waspadai Klaster Keluarga

Tempat Wisata dan Ponpes Jadi Prioritas Pengawasan Ketat

23 Oktober 2020, 10: 45: 13 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mewaspadai munculnya klaster baru pada libur akhir pekang mendatang. Sebab diprediksi, masa libur panjang bakal dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata.

Di samping itu, adanya hajatan kegiatan keagamaan, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pemkot meminta masyarakat tetap waspada dengan ancaman klaster pada masa libur panjang. "Kita tahu, Kota Blitar sekarang sudah masuk zona kuning. Artinya risiko rendah. Makanya harus dijaga bersama-sama," kata Pjs Wali Kota Blitar Jumadi, kemarin (22/10).

Dia mengatakan, libur akhir pekan mendatang diprediksi akan meningkatkan jumlah pengunjung di sejumlah tempat wisata. Untuk mencegah risiko penyebaran Covid-19 pemkot akan memberlakukan pembatasan pengunjung secara ketat di tempat wisata. "Jika perlu pengunjung dibatasi hingga 50 persen. Seperti yang dilakukan di wilayah Jakarta," ungkapnya.

Menurut dia, masyarakat akan memanfaatkan masa libur panjang tersebut untuk berlibur. Masyarakat bakal menghabiskan waktu libur tersebut untuk mengunjungi tempat wisata. "Jangan sampai pengunjung wisata membeludak tanpa ada pengawasan. Kami akan manfaatkan komunitas di masyarakat untuk ikut sosialisasi 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) di tempat-tempat umum seperti destinasi wisata. Kalau perlu dibuat duta 3M dari kalangan pelajar," beber pria berkumis ini.

Pada libur panjang akhir pekan nanti, pemkot mewaspadai beberapa sektor yang bisa memunculkan klaster korona. Selain tempat wisata, pondok pesantren (ponpes), dan kegiatan hajatan di masyarakat. Cuti libur panjang nanti dimulai 27 Oktober mendatang.

Nah, libur akhir pekan ini juga diperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pemkot meminta masyarakat agar selalu waspada saat perayaan peringatan maulid. "Kami minta masyarakat waspada. Jika memang menggelar hajatan harus tetap mematuhi protokol kesehatan," tandas Jumadi. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news