alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Warga Bendungan Terima Putusan Pengadilan

Pihak Termohon Butuh Waktu

23 Oktober 2020, 11: 21: 17 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Warga Bendungan Terima Putusan Pengadilan

KOTA, Radar Trenggalek - Ketegangan warga yang terdampak pembangunan Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan kian mereda pasca sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek pada Selasa (20/10) lalu. Mereka menerima sepenuhnya putusan majelis pengadilan yang menaikkan 80 persen harga tanah dari harga yang ditetapkan tim appraisal.

Kepala Desa (Kades) Sengon, Kecamatan Bendungan Dwi Yulianto mengatakan, hasil putusan PN Trenggalek lebih dari ekspektasi awal warga, utamanya ketika menetapkan untuk menambah 80 persen nilai tanah. Khususnya Desa Sengon, kata Dwi, ada tiga dari 57 bidang tanah yang terdampak. Ketiga bidang, lanjut dia, diantaranya milik Bu Wiji (dua bidang, Red) dan Pak Kateman (satu bidang, Red). Sedangkan nilai per meter dari masing-masing bidang sekitar Rp 270 ribu. "Rencananya total nilai bidang akan ditambah 80 persen, tapi tetap menunggu perkembangan selama 14 hari," ungkapnya pada Kamis (20/10).

Menyinggung terkait masa pikir-pikir yang diberikan PN Trenggalek, Dwi mengaku, pihak warga tidak akan mengajukan keberatan mengenai putusan PN. "Putusan itu sudah luar biasa, jadi sudah bagus untuk warga," ujarnya.

Haris menanggapi, persentase kenaikan bukan acuan awal warga, karena semula sebatas upaya keberatan warga soal penilaian dari appraisal. "Berapapun prosentasenya itu warga sudah menerima sejak awal karena itu upaya hukum terakhir," ujarnya.

Sementara diakuinya, putusan pengadilan belum final atau masih dalam tahap pikir-pikir bagi pihak termohon maupun pemohon. Apabila pihak termohon mengajukan keberatan, maka warga melalui kuasa hukum juga akan membuat memori kontra kasasi. "Kalau keberatan (pihak termohon, Red) nanti prosesnya hanya berkas. Mereka membuat memori keberatannya dan saya membuat kontra memori kasasi. Sidang tidak digelar secara fisik dari awal, namun berkas-berkas itu yang menjadi acuan," jelasnya.

Disisi lain, Kepala Kantor Pertanahan Trenggalek Kusworo mengatakan, pihaknya masih memproses pelaporan ke kepala kantor wilayah (kakanwil) mengenai hasil putusan pengadilan. Dia mengaku, keputusan keberatan atau tidak tetap menunggu instruksi dari kakanwil. "Masih ada waktu 14 hari. Kami belum bisa memutuskan mengajukan keberatan atau tidak. Target kami besok (hari ini, Red) laporan selesai dikirim ke kakanwil," ungkapnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news