alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Stop Pengadaan PJU Tenaga Surya

Aki Rawan Dicuri

24 Oktober 2020, 11: 12: 49 WIB | editor : Alwik Ruslianto

JADI SASARAN PENCURIAN : Tampak PJU bertenaga surya yang berdiri di sepanjang jalan pinggir kali (pinka) masuk Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu.

JADI SASARAN PENCURIAN : Tampak PJU bertenaga surya yang berdiri di sepanjang jalan pinggir kali (pinka) masuk Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Tak ingin merugi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung menghentikan pengadaan penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya. Pasalnya, aki atau baterai yang digunakan sebagai penyimpan sumber listrik dari PJU itu rawan dicuri.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Tulungagung, Sujarmani menjelaskan pada pengadaan 2020 ini, pihaknya sengaja tidak mengadakan PJU bertenaga surya karena dinilai tak lagi efektif, meski secara biaya perawatan lebih ekonomis. Lantaran, aki atau baterai sebagai penyimpan sumber listrik itu sering jadi sasaran pencurian oleh orang tak bertanggungjawab. "Cuma efektif enam bulan saja. Setelah itu mati (padam) semua. Itu karena baterainya sudah hilang," katanya.

Pria ramah ini mennambahkan, PJU tenaga surya yang saat ini berdiri cukup banyak. Bahkan dianggap sangat membantu di wilayah tanpa jaringan listrik. Dari 35 ribu PJU yang terpasang di Kota Marmer, 5 persen di antaranya menggunakan tenaga surya. Namun ia tidak hafal berapa jumlah lampu PJU bertenaga surya yang kini sudah tidak berfungsi lagi. Hanya saja, dia menyebutkan kebanyakan berada di daerah pegunungan dan jauh dari pemukiman penduduk. “Yang banyak hilang itu di daerah Pantai Sine. Di sana hanya tersisa tiangnya," tegasnya.

Adapun ruas jalan yang akan dipasang PJU baru, yakni di Alas Jaten; Desa Balesono, Kecamatan Ngunut; ruas jalan menuju Pasar Hewan Baru di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol; Desa Gempolan, Kecamatan Pakel; dan Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu. "Pagu pengadaan tahun ini Rp 480 juta. Ini nantinya berupa 51 tiang PJU dan 6 ornamen. Saat ini sedang proses pelaksanaan," tuturnya

Disinggung kisaran rugian yang dialami Dishub akibat aki/baterai dicuri, Jarmani belum menghitungnya. Hanya saja, baterai lampu PJU bertenaga surya mempunyai harga relatif mahal. Iapun mencontohkan untuk baterai lampu traffic light (lalu lintas) seharga Rp 400 ribu. "Kalau di traffic light Itu kecil. Yang untuk lampu PJU itu lebih besar lagi. Jadi harganya lebih mahal lagi," tandasnya.(*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news