alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Sidak Pencemaran, Temukan Tambak Udang Tak Berizin

Disnakkan Langsung Bantah dan Cek Lapangan

24 Oktober 2020, 11: 17: 02 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

SANANWETAN, Radar Blitar – Sejumlah titik di pesisir pantai selatan Kabupaten Blitar sedang memasuki musim panen udang. Namun, kabar tak sedap justru menghantam peternak tambak, terutama terkait pencemaran lingkungan. Meskipun, isu tersebut langsung dibantah tegas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar.

Kepala Disnakkan Kabupaten Blitar Adi Andaka mengatakan, beberapa hari terakhir muncul kabar mengenai dugaan pencemaran lingkungan di Kecamatan Wates, tepatnya di seputaran Pantai Jolosutro. Selain bau tak sedap, banyak ikan mati di seputaran destinasi wisata ini. "Itu tidak benar, hanya isu, silahkan cek kalau gak percaya," jelasnya.

Dia mengaku, kabar mengenai dugaan pencemaran lingkungan memang santer di media sosial (medsos). Dinasnya pun menerjunkan tim untuk memastikan kebenarannya. Meskipun, secara langsung sudah dikonfirmasikan kepada kelompok usaha bersama (KUB) di bawah naungan dinas. "Jadi kami tanya ke rekan-rekan KUB tidak ada kendala. Untuk memastikan, kami sudah kirim personel guna inspeksi mendadak (sidak), bahkan bu kepala bidang langsung ke sana," tegasnya.

Berdasarkan pantauan lapangan, tidak ada kasus pencemaran lingkungan  akibat aktivitas budi daya udang Vaname di pesisir selatan.

Hanya saja, lanjut dia, memang ada sebagian budi daya tersebut tidak memiliki izin. "Temuannya bukan limbah tapi izin, ada usaha budi daya belum mengantongi izin," tandasnya.

Disinggung soal aktivitas budi daya udang, Adi menegaskan, potensi budi daya udang kini ramai. Namun, untuk sementara tidak banyak pelaku usaha budi daya perikanan ini.

Masalahnya, ungkap Adi, soal lahan. Topografi wilayah selatan Blitar, tidak begitu mendukung untuk aktivitas usaha perikanan. Di sisi lain, wilayah yang representatif untuk budi daya, sebagian besar masuk kawasan Perhutani. Akibatnya, jumlah pembudidaya udang di Bumi Penataran belum signifikan. "Sebagian besar kan tebing, padahal budi daya udang Vaname butuh air laut," terangnya.

Sejauh ini, hanya tiga titik menjadi spot budi daya udang Vaname ini. Yakni, di seputaran Pantai Serang, Pantai Jolosutro, dan Pantai Molang. "Intinya tidak benar kalau ada pencemaran akibat budi daya udang, kami sudah cek air dan lain sebagainya masih aman," ungkapnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news