alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Pemkab Harus Masif Sosialisasi ke Warga, Jangan Ada Diskrimasi

25 Oktober 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

PASTI BISA: Suasana rusunawa IAIN Tulungagung menjadi tempat karantina orang-orang yang terpapar Covid-19 di Tulungagung.

PASTI BISA: Suasana rusunawa IAIN Tulungagung menjadi tempat karantina orang-orang yang terpapar Covid-19 di Tulungagung. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung- Diakui atau tidak, mantan pasien covid-19 masih mendapatkan stigma dan diskrimasi ketika mereka kembali ke rumah. Secara tidak langsung mereka pasti mendapatkan dampak psikologis. “Beberapa alumni rusunawa ketika pulang masih mendapatkan stigma dari masyarakat,” ungkap Muhammad Afif mantan pasien Covid-19 yang semasa  dikarantina menjadi ketua kelas di rusunawa IAIN Tulungagung.

Pria berjenggot tipis itu menambahkan, agar tidak ada stigma dari masyarakat kepada  penyintas Covid-19, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tulungagung dengan tenaga medis bisa memberikan sosialisasi  lebih masif ke masyarakat. Supaya tidak ada diskriminasi yang dirasakan dirinya dan  sesama penyintas Covid-19. “Saran kami, agar pemerintah bisa lebih masif memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Jangan ada diskriminasi, dan setidaknya masyarakat harus tahu bagaimana untuk mengantisipasi agar tidak terpapar Covid-19,” katanya. Yang perlu dilakukan masyarakat saat ini adalah mematuhi protokol kesehatan yakni dengan 3 M, menjaga jaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker. (*)

(rt/mam/dre/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news