alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Sepekan, Harga Bawang Merah Terus Melonjak

Tembus Rp 30 Ribu Per Kilogram

26 Oktober 2020, 10: 51: 33 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MELONJAK DRASTIS : Seorang warga membersihkan bawang merah yang baru saja di panen di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Harga Bawang merah terus merangkak sepekan terakhir.

MELONJAK DRASTIS : Seorang warga membersihkan bawang merah yang baru saja di panen di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Harga Bawang merah terus merangkak sepekan terakhir. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Cuaca yang tak menentu membuat beberapa harga komoditas pangan di pasar melonjak selama sepekan terakhir. Seperti bawang merah yang tembus Rp 30 ribu per kilogram (kg) pada minggu ketiga Oktober. Padahal sebelumnya harga bawang merah di kisaran Rp 22 ribu per kg. Artinya terjadi kenaikan sebesar Rp 8 ribu selama sepekan terakhir. Tak pelak kondisi ini turut berimbas pada penjualan bawang merah di pasaran.

Musiyan, salah satu pedagang sayur di Pasar Ngemplak mengatakan, sudah hampir sepekan pembeli bawang merah mengalami penurunan. "Hari-hari ini sedikit sepi memang, apalagi sejak harganya mulai naik,"jelasnya.

Pria paro baya ini mengaku, kenaikan harga bawang merah secara bertahap. Dimulai dari harga Rp 22 ribu kemudian merangkak Rp 25 ribu hingga saat ini bertahan di angka Rp 30 ribu per kg. Ini dikarenakan stok bawang di pasar yang mulai menipis. Sebab banyak barang yang memiliki kualitas jelek, sehingga tidak layak jual. "Karena sekarang musim hujan begini barangnya mudah busuk, jadi banyak yang tidak layak jual. Stok nya menipis tapi kebutuhannya tetap ada, harganya otomatis meningkat," terangnya.

Tak hanya faktor cuaca, Musiyan mengaku dari informasi yang didapatnya dari pedagang besar, lonjakan harga bawang merah juga dipicu petani yang memanen bawang merah kali ini tidak sebanyak sebelumnya. Sehingga membuat ketersediaan bawang merah langka di pasaran. "Infonya banyak yang tidak tanam kemarin, kalaupun yang sudah tanam baru panen sekitar awal bulan depan, jadi stok nya sedikit untuk saat ini," imbuhnya.

Selain bawang merah, harga komoditas seperti cabai rawit juga mengalami kenaikan. Dari semula Rp 15 ribu per kg melonjak menjadi Rp 25 ribu per kg. Sementara untuk cabai merah besar mengalami penurunan, dari semula Rp 36 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu per kg. Sementara bawang putih stabil di harga Rp 20 ribu per kg.

Disinggung mengenai prediksi lonjakan harga untuk beberapa waktu kedepan, Musiyan mengaku tidak dapat memprediksi dengan pasti. Namun jika melihat kondisi cuaca seperti sekarang kemungkinan masih akan terjadi kenaikan harga lagi. Namun demikian ia berharap, agar harga kebutuhan pangan dapat kembali stabil sehingga tidak merugikan pedagang seperti dirinya.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Zaenu Mansur membenarkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas pangan. Ini dikarenakan stok yang tersedia relatif sedikit. "Bisa jadi karena cuaca yang kurang mendukung, sehingga kondisi barang di pasar juga tidak sebagus biasanya sehingga membuat beberapa kebutuhan naik,"jelasnya.

Zaenu melanjutkan, meskipun terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas pasar, namun hal tersebut masih tergolong wajar. Sehingga pihaknya belum berencana mengadakan operasi pasar. "Sampai saat ini masih pantauan saja karena ada kenaikan tapi masih relatif wajar," tandasnya. (*

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news