alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Capaian Investasi Sentuh 90 Persen

Meskipun Pandemi, dari Target Rp 164 Miliar

26 Oktober 2020, 10: 53: 34 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SIMPAN POTENSI: Pembangunan hotel berbintang di Jalan Ir Soekarno terus dikebut. Hotel tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada 2022 mendatang.

SIMPAN POTENSI: Pembangunan hotel berbintang di Jalan Ir Soekarno terus dikebut. Hotel tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada 2022 mendatang. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar terus berupaya menggenjot capaian investasi. Ini menjadi tanda, bahwa kondisi perekonomian di Kota Blitar perlahan-lahan mulai membaik. Buktinya, realisasi capaian investasi sudah mencapai angka 90 persen.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTKPTSP) Kota Blitar, target investasi tahun ini mencapai Rp 164 miliar. Hingga minggu ketiga Oktober ini, capaian investasi sudah menyentuh Rp 150 miliar. "Kami menargetkan dalam dua bulan ke depan, investasi bisa tercapai sesuai target," jelas Kepala DPMTKPTSP Kota Blitar Suharyono, kepada Koran ini Minggu kemarin (25/10).

Dia mengatakan, sisa waktu dua bulan ke depan itu akan dimaksimalkan untuk memenuhi target investasi yang kurang sekitar Rp 14 miliar. Apalagi, saat ini roda perekonomian sudah mulai bergerak kembali secara berlahan, meski belum sepenuhnya normal. "Kemungkinan tidak tercapai itu sedikit (nilainya, Red). Kekurangan kan Rp 14 miliar, mungkin bisa dicapai dalam dua bulan," ujarnya optimis.

Menurut dia, dinas telah melakukan berbagai upaya untuk menggenjot capaian investasi di tengah pandemi. Salah satunya, dengan mendata sejumlah kegiatan usaha di Kota Blitar, terutama bagi yang belum mengantongi izin usaha atau memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Suharyono menegaskan, jumlah kegiatan usaha yang belum memiliki NIB masih banyak. Namun, pihaknya belum bisa menghitung secara detail jumlahnya. "Selama ini, investasi yang kami peroleh itu berdasarkan data usaha-usaha yang sudah memiliki NIB. Di luar itu (yang belum memiliki NIB) belum masuk," akunya.

Selama ini, ungkap dia, potensi investasi terbesar berada di sektor perdagangan. Baik itu dari perdagangan skala kecil, menengah, maupun besar. "Kami terus melakukan pendataan secara bertahap. Saat ini semua kegiatan usaha diwajibkan memiliki NIB," terangnya.

Di samping itu, pihaknya memprediksi target investasi di Kota Blitar bakal meningkat. Pasalnya, bakal ada dua hotel berbintang yang berdiri di Bumi Bung Karno ini, yang tentunya merupakan investasi yang cukup besar. Dua hotel itu akan menjadi jujugan wisatawan yang berkunjung ke Blitar. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news