alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

RSUD Bakal Pinjam Rp 50 M

Tak Bisa Andalkan DAU

26 Oktober 2020, 10: 57: 58 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BUTUH MODAL BESAR : Kondisi RSUD dr Soedomo Trenggalek yang disarankan mencari pinjaman dari pihak ketiga untuk membangun gedung enam lantai

BUTUH MODAL BESAR : Kondisi RSUD dr Soedomo Trenggalek yang disarankan mencari pinjaman dari pihak ketiga untuk membangun gedung enam lantai (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Direksi RSUD dr. Soedomo harus segera mengambil sikap terkait proses perencanaan pembangunan yang ada. Pasalnya, jika dalam setiap tahun melakukan pembangunan pastinya akan mengganggu kenyamanan konsumen. Apalagi jika proses pembangunan tersebut mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah, tidak memungkinkan dan terlalu lama. Sehingga salah satu langkah yang tepat adalah mengajukan pinjaman dari pihak ketiga.

"Ini akan terus kami dorong, sebab dengan peningkatan kualitas, pelayanan dan nantinya akan naik kelas, diyakini RSUD sanggup untuk membayarnya," ungkap Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Sukarodin.

Dia melanjutkan, apalagi sebenarnya pengajuan pinjaman daerah ke pihak ketiga sudah terjadi empat tahun yang lalu. Bahkan prosesnya telah dihantar sesuai kebutuhan, namun waktu itu masih belum berjalan. Selanjutnya, nanti di 2021 RSUD berencana akan meminjam modal sebesar Rp 50 miliar, di antaranya akan dipakai untuk membangun gedung terpadu enam lantai. "Kami berharap besar ini bisa terwujud, agar pembangunan bisa langsung seketika diselesaikan tidak sedikit-sedikit setiap tahun," karanya.

Infografis

Infografis

Sehingga dengan pinjaman modal tersebut terjadi loncatan besar yang dilakukan RSUD dalam berinvestasi jangka panjang. Dengan demikian, berdasarkan fasilitas yang ada, pelayanan bisa digenjot agar memiliki pendapatan yang lebih untuk membayarnya. Selain itu dengan investasi besar tersebut RSUD bisa bersaing dengam rumah sakit yang ada di daerah sekitar. "Karena, investasi RSUD harus besar jika ingin melakukan lompatan dan tidak bisa hanya mengandalkan dana dari pemerintah saja. Makanya kami akan mendorong keberanian itu," jelasnya.

Di lain pihak, Direktur RSUD dr. Soeodomo, dr. Sunarto, menambahkan sebenarnya RSUD telah merencanakan hal itu. Itu dibuktikan dengan menjalin diskusi dengan pihak ketiga yang dinilai mampu untuk memberikan pinjaman modal di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Namun untuk kepastian seperti apa masih dilakukan pembahasan tentang untung dan ruginya. "Itu sudah kami lakukan, namun terkait jadi atau tidaknya masih menunggu keputusan dari bupati," imbuhnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news