alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Wisatawan Pantai Mutiara Merosot

Akibat Isu Tsunami, Hanya Dikunjungi 200 Oran

26 Oktober 2020, 11: 13: 14 WIB | editor : Alwik Ruslianto

RIANG: Seorang anak yang sedang menikmati hempasan ombak landau di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo.

RIANG: Seorang anak yang sedang menikmati hempasan ombak landau di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek – Wisatawan Pantai Mutiara di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo turun drastis pasca beredarnya isu tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat menyebut, wisatawan turun hingga 80 persen.

Ketua Pokdarwis Desa Tasikmadu, Guntur membenarkan, intensitas pengunjung turun drastis sejak ada imbauan gelombang tinggi yang dirilis BMKG. Menurut dia, imbauan tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial, yang membuat pengunjung enggan berwisata ke pantai selatan. “Sebenarnya tingkat kunjungan wisatawan ke Pantai Mutiara sempat naik setelah destinasi wisata boleh dibuka atau new normal. Tapi baru-baru ini muncul isu terkait gelombang tinggi dan itu membuat tingkat kunjungan turun drastis,” ungkapnya. 

Guntur mengakui tingkat kunjungan pada Minggu biasanya bisa menyentuh 2000 orang, sedangkan ketika weekend atau akhir pekan mencapai 1000 orang. Namun, kata dia, adanya isu gelombang tinggi hingga 20 meter atau tsunami itu mengakibatkan hanya 200 orang pada weekend maupun Minggu. “Terjadi penurunan drastis sekitar tiga minggu lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas pos informasi, Siswoyo mengatakan, selama ini belum ditemui gejala-gejala tsunami ketika melihat ombak yang masih landai di Pantai Mutiara. Namun, kata dia, pihaknya tidak mengetahui pasti apakah isu tsunami tersebut benar atau tidak, karena tsunami adalah kehendak Sang Pencipta. “Tidak ada upaya selain berharap dan berdoa, mudah-mudahan isu tsunami itu tidak benar-benar terjadi,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut dia, wisatawan yang sudah datang tetap diperbolehkan menikmati suasana pantai dengan berenang. Menurut dia, Pantai Mutiara memang dikenal karena ombaknya landai dan tidak ditemui gejala gelombang tinggi. “Dikenal dengan gelombang ombak yang ramah anak, jadi anak-anak kecil bisa mandi di pantai,” tegasnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news