alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Rp 15 M untuk Dampak Covid-19

Dianggarkan Pada RAPBD 2021

27 Oktober 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Kutipan

Kutipan

KOTA, Radar Tulungagung – Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tulungagung belum mereda. Hal ini membuat Pemkab Tulungagung kembali mengalokasikan anggaran untuk penanganan pagebluk yang diakibatkan virus korona. Totalnya mencapai Rp 15 miliar. Seperti tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2021.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, besaran alokasi tersebut diperuntukkan pemulihan dan penanggulangan dampak Covid-19. Baik itu dibidang kesehatan maupun ekonomi.  "Sementara kami siapkan Rp 15 miliar. Karena Pandemi Covid-19 belum mereda," jelasnya.

Namun tidak menutup kemungkinan alokasi tersebut bertambah seiring perkembangan kasus Covid-19. Seperti tahun 2020 ini, Pemkab Tulungagung dalam penanganan Covid-19 menyediakan dana Rp 158 miliar dari dana Belanja Tak Terduga (BTT).  "Sementara dana APBD Tahun 2020 yang direfocusing untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp 506 miliar," tuturnya.

Disinggung kondisi Covid-19 saat ini ? Maryoto menjelaskan sebaran Covid-19 di Kota Marmer kian terkendali. Meskipun kini kasus Covid-19 terus bertambah tiap harinya. Hal itu karena dapat diimbangi dengan angka kesembuhan yang tinggi. Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau warga untuk tetap menjalankan Protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M). Karena, ini efektif dalam menekan sebaran Covid-19 agar tidak meluas. "Semoga pandemi ini segera berakhir. Sehingga semua sektor baik ekonomi maupun sosial kembali pulih," terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung mencatat serapan anggaran BTT untuk penanganan Covid-19 di Tulungagung masih terserap 70 persen atau sekitar Rp 113 miliar dari pagu sebesar Rp 158,9 miliar. Serapan terbesar dari BTT ini didominasi dari instansi yang menangani langsung kasus Covid-19, di antaranya Dinas Kesehatan dan RSUD dr Iskak. Namun juga ada yang diperuntukkan untuk jaring sosial.  "Realisasi serapan BTT sudah capai 70 persen," ucap Kepala BPKAD Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro melalui Kabid Akutansi, Bambang Satrianto.

Dia mengatakan, sisa anggaran diprediksi dapat mencukupi untuk penyediaan kebutuhan penanganan Covid-19. Namun, jika anggaran yang dibutuhkan masih kurang, maka nanti akan dibahas lebih lanjut bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news