alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
P-21, DH Dilayar ke Surabaya

Hari Ini Berkas Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

27 Oktober 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

DITAHAN : DH yang kawal petugas kejaksaan menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Klas I Surabaya Kejati Jawa Timur, kemarin (26/10).

DITAHAN : DH yang kawal petugas kejaksaan menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Klas I Surabaya Kejati Jawa Timur, kemarin (26/10). (SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Kabag Perawatan PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung non aktif, Djoko Hariyanto alias DH harus menjalani hari-harinya di balik jeruji besi. Terhitung kemarin (26/10), dia dilayar menuju Rutan Klas I Surabaya di Kejati Jawa Timur. Alasannya berkasnya atas kasus dugaan korupsi dana perawatan sebesar Rp 1,3 miliar dilimpahkan penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tulungagung.

Kepala Kejari Tulungagung, Ansari melalui Kasi Intelijen Tri Agung Radityo menjelaskan status DH kini sebagai tahanan kejaksaan. Itu setelah berkasnya diterima JPU Kejari Tulungagung pada Senin (26/10) kemarin. Tersangka DH, kemudian dititipkan di Rutan Klas I Surabaya. Penahanan ini terpaksa dilakukan karena selain ancaman hukuman DH lebih dari 5 tahun, serta ada kekhawatiran seperti halnya melarikan diri, pengerusakan atau menghilangkan barang bukti atau melakukan tindak pidana lain. "Meski kooperatif, namun dasar pertimbangan secara obyektif dan subyektif oleh JPU tersangka diputuskan harus dilakukan penahanan," katanya.

Kendati demikian, Agung memastikan DH akan segera disidangkan. Kata dia, berkasnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya besok (hari ini). Terlebih, semua berkas DH sebelumya sudah dinyatakan lengkap atau P21.  "Kami tak ingin menunda-nunda. Karena banyak perkara yang harus kami selesaikan," tegasnya.

Infografis

Infografis

Sebelum dikirim ke Rutan Klas I Surabaya, DH yang memakai rompi kuning nomor 28 itu sempat menjalani pemeriksaan kesehatan. Tim kesehatan dari Puskesmas Simo, Kecamatan Kedungwaru menyatakan DH dalam kondisi sehat. Dia juga dinyatakan non reaktif Covid-19.

"Prosedurnya seperti itu. Mengingat saat ini masih pandemi," tegasnya.

Disinggung alasan DH dititipkan Rutan Klas I Surabaya, Agung menjelaskan itu karena selain mempercepat akses persidangan karena lebih dekat ke Pengadilan Tipikor Surabaya juga karena kebetulan kapasitas Rutan Klas I Surabaya Kejati Jawa Timur masih longgar. "Kalau di lapas sini, nunggu inkracht dulu. Jadi pertimbangan kami selain lebih dekat pengadilan, juga kapasitasnya masih longgar," terangnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum DH, Bambang Suhandoko ditemui usai pelimpahan tahap II mengatakan akan mengikuti mekanisme yang ada. Pihaknya akan berupaya mencari bukti-bukti lain untuk meringankan sangkaan atau dakwaan dari JPU. Sebab, Bambang menilai banyak orang yang seharusnya terlibat. Namun tidak adanya bukti secara resmi/formal, sehingga semua ditanggung DH. "Kami akan berusaha menguaknya seberapa jauh pertanggungjawaban yang harus ditanggung Pak DH. Karena melihat fakta penyelidikan, manejemen PDAM tak standar. Sakkarepe dhewe-lah. Harusnya ada surat perintah, kemudian perencanaan. Itu tidak ada sama sekali," terangnya.(*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news