alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Rela Datang Sejak Pukul 07.00

Demi Daftar BPUM

27 Oktober 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MENGULAR : Para pelaku usaha antre melakukan pengajuan BPUM di kantor Dinkop UM Kabupaten Tulungagung, kemarin (26/10).

MENGULAR : Para pelaku usaha antre melakukan pengajuan BPUM di kantor Dinkop UM Kabupaten Tulungagung, kemarin (26/10). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Antusiasme para pelaku usaha untuk mendapatkan bantuan presiden (banpres) atau bantuan pelaku usaha mikro (BPUM) tahap kedua terbilang cukup tinggi. Bahkan beberapa pelaku usaha rela mengantre sedari pagi di kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Tulungagung. Tak pelak kondisi ini sempat membuat petugas sedikit kewalahan mengatur antrean. Dari pantauan koran ini, antrean pun mengular hingga ke halaman dan pintu masuk kantor dinas.

Seperti yang dilakukan Sutiyah, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. Wanita yang sehari-hari memiliki usaha berjualan sayur-mayur ini mengaku telah datang ke kantor Dinkop UM sejak pukul 07.00. “Datang dari pagi dan antreannya sudah banyak,” jelasnya.

Wanita 40 tahun ini mengaku, baru mengajukan BPUM di tahap kedua ini lantaran pada tahap pertama ia masih belum memiliki cukup informasi. Sehingga ia memilih tidak melakukan pengajuan. Namun melihat teman-temannya yang sesama pelaku usaha mengajukan bantuan, lantas ia pun ingin melakukan pengajuan. “Coba untuk memanfaatkan fasilitas saja, siapa tahu rezeki karena banyak teman sesama pelaku usah juga mengajukan bantuan ini,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinkop UM Kabupaten Tulungagung, Slamet Sunarto membenarkan animo masyarakat untuk mengajukan BPUM cukup tinggi. Terlebih sejak dibukanya gelombang kedua pada Selasa (20/10) lalu. “Antusiasnya cukup tinggi di tahap kedua ini, sehingga sejak dibuka pada Selasa lalu yang mengajukan juga cukup banyak,” jelasnya.

Slamet mengatakan, dari data yang dimilikinya, hingga sepekan dibukanya pengajuan BPUM tahap kedua ini, sudah tercatat sekitar 7.454 pelaku usaha. Sesuai dengan surat edaran terbaru dari kementerian tertanggal 6 Oktober, pendataan BPUM tahap dua resmi diperpanjang hingga akhir November mendatang. Artinya para pelaku usaha yang ingin memanfaatkan program tersebut masih memiliki kesempatan sekitar empat minggu sebelum proses pendataan akan ditutup pada akhir November mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah akhirnya melakukan perpanjangan pendataan penerima BPUM. Ini setelah pada tahap pertama, target yang mengusulkan bantuan masih sebanyak 9,1 juta pelaku usaha mikro. Padahal pemerintah menargetkan sebanyak 12 juta pelaku usaha akan menerima bantuan yang menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ini. Program ini dikhususkan bagi pelaku UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat imbas pandemi Covid-19.

Untuk target sasaran, pada dasarnya seluruh pelaku usaha mikro dapat mengusulkan bantuan. Asalkan tetap sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Seperti para pelaku usaha yang akan mengajukan banpres tidak sedang terlibat kredit di suatu perbankan. Selain itu, pelaku usaha memiliki saldo di bawah Rp 2 juta dan memiliki KTP. Tak kalah penting, jika pengajuan penerima BPUM ini harus dilakukan oleh pemilik usaha mikro sendiri, alias tidak dapat diwakilkan apalagi dilakukan secara kolektif. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news