alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Pemkab Blitar Konsisten Gelar Sendratari Kresnayana

Bisa Jadi Ikon Kebudayaan Jatim

27 Oktober 2020, 09: 04: 38 WIB | editor : Jessica AP

DAYA TARIK WISATA : Beberapa penari mulai memperagakan peran masing-masing.

DAYA TARIK WISATA : Beberapa penari mulai memperagakan peran masing-masing. (AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

KEPANJEN KIDUL, Radar Blitar -  Ikhtiar membuat ikon kebudayaan di Bumi Penataran konsisten dilaksanakan. Kemarin (26/10), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar   menggelar sendratari Kresnayana 2. Pagelaran budaya ini, alur ceritanya diambil dari prasasti yang ada di Candi Penataran.

Pertunjukan kebudayaan tersebut digelar di Gedung Bhakti Budaya, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar. Meski tidak bisa disaksikan secara langsung karena pandemi korona, kegiatan tersebut disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pemkab Blitar.

Pjs Bupati Blitar Hadi Santosa mengatakan, pagelaran ini sengaja dilaksanakan secara terbatas dan tertutup. Karena pandemi korona, tidak memungkinkan mengundang masyarakat untuk menyaksikan secara langsung. Untuk itu, pemerintah menyediakan siaran live streaming melalui YouTube.

Dia mengungkapkan, ada misi besar di balik pertunjukan sendratari Kresnayana ini. Tidak hanya sebagai sarana edukasi sejarah dan kebudayaan, pagelaran tersebut diyakni bisa menjadi ikon daerah.

Dengan kata lain, kata dia, jika Jawa Tengah terkenal dengan sendratari Ramayana, tidak menutup kemungkinan Jawa Timur (Jatim) juga memiliki sendratari Kresnayana dari Kabupaten Blitar. “Kami sampaikan terima kasih kepada Pak Sinarto selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim yang menggagas pegelaran Sendratari Kresnayana, sekaligus dukungannya sehingga pagelaran ini bisa dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Dia mengatakan, bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Dengan cerita mengenai kisah perjalanan dan kepemimpinan Sri Krisna sebagaimana tergurat di relif Candi Penataran.  Nantinya, alur cerita mengenai kepemimpinan Sri Kresna tersebut akan disajikan secara bersambung. “Kisah ini sangat menarik, kita bisa mengambil hikmah dari kepemimpinan Sri Krisna. Untuk itu, kami berharap setiap pagelaran ini tidak dilewatkan,” pintanya.

Tercatat sudah tiga kali pertunjukan Kresnayana di Kabupaten Blitar. Pertama dilaksanakan pada tahun 2019 lalu dengan judul Banjaran Sri Kresna yang mengisahkan perjalanan tokoh tersebut. Di awal tahun 2020, pertunjukan Kresnayana I kembali dilaksanakan dengan judul Wiji Dadi. Yang mana, pada episode ini, diceritakan Sri Kresna kecil hingga didapuk sebagai Raja Dwarawati.

Nah, Kresnayana II yang mengangkat judul Awarata Brata atau delapan unsur alam sebagai perwujudan watak atau sifat utama sebagai satrio panandito yang menjalankan darma. Artinya, delapan sifat atau perilaku yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin. Delapan unsur tersebut adalah bumi, angin, air, bulan, matahari, angkasa, api dan bintang. 

Dia tak lupa mengajak masyarakat untuk mawasdiri di tengah wabah korona. Disiplin melaksanakan protokoler kesehatan menjadi hal yang wajib dilaksanakan saat pandemi seperti kini. Sebab, orang yang terlihat tidak mesti aman dari penularan virus. “Kita tentu tidak ingin tertular virus dari orang lain begitu juga sebaliknya. Maka mari menerapkan protokoler kesehatan dengan memakai masker mencuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu juga diimbangi dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” harapnya. (*)

(rt/muh/esi/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news