alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Tumbuhkan Geliat Sektor Wisata Lewat Pandu Digital Daring

Sinergikan Antara Masyarakat dan Pemerintah

28 Oktober 2020, 08: 52: 38 WIB | editor : Jessica AP

TERUS BERINOVASI: Moderator dari RTIK Kabupaten Blitar Hamzah F. Hasan (kiri), Kepala Diskominfo Kabupaten Blitar Eko Susanto saat menyampaikan materi.

TERUS BERINOVASI: Moderator dari RTIK Kabupaten Blitar Hamzah F. Hasan (kiri), Kepala Diskominfo Kabupaten Blitar Eko Susanto saat menyampaikan materi. (AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar- Untuk menghadapi perkembangan teknologi sebagai konsekuensi revolusi industri 4.0, maka diperlukan langkah masif berupa kegiatan literasi digital kepada masyarakat luas.

Hal itu disampaikan pejabat sementara (Pjs) Bupati Blitar Budi Santosa saat membuka webinar Pandu Digital Daring dengan tema Pemuda Bersatu Wujudkan Digitalisasi Sektor Pariwisata, kemarin (27/10).

Dia mengaku, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menyadari akan keterbatasan tenaga yang mendampingi menggunakan teknologi digital. Maka  kehadiran Pandu Digital sangat diharapkan mampu mendampingi masyarakat dalam  memanfaatkan teknologi pelayanan yang telah dikembangkan Pemkab Blitar lewat program, Smart City.

Tujuan Pandu Digital, kata dia,  menyampaikan; memperkenalkan dan mengingatkan  kembali  potensi sumbar daya melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK); memahami dampak perkembangan teknologi; mempersiapkan penggerak literasi TIK di era industri 4.0; menjadikan pemuda setempat  menjadi Pandu Digital yang cerdas dalam  memanfaatkan  teknologi informasi.

Apalagi kini masih dalam pendemi. Untuk pengembangan usaha kecil, industri kecil menengah, pariwisata dibutuhkan literasi digital. “Ketika saya naik sepeda di Kabupaten Blitar ada kampung koi. Pasar mereka dari Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Malaysia. Ini menunjukkan peran industri digital begitu penting untuk pemasaran produk,” kata  pria yang juga menjabat Kepala Satpol PP Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) ini.

Dengan peluang tersebut tak menutup kemungkinan, potensi lain di Kabupaten Blitar mulai sektor wisata, kuliner, dan lain bisa dikembangkan lebih luas. “Memang perlu sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk  mencapai tujuan dalam digitalisasi produk, termasuk mengupayakan langkah-langkah secara masih,” katanya.

Termasuk dari Pemprov Jatim memiliki slogan Jatim Kerja. Yakni diverifikasi produk, positioning, branding. Hal tersebut bisa diterapkan para  pelaku usaha. 

Untuk diketahui tersebut menghadirkan narasumber dari Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan SDM Dr Dedy Permadi, Kepala Diskominfo Kabupaten Blitar Eko Susanto, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (Bapparda) Kabupaten Blitar Akhsin Al Fata. Selain itu diikuti anggota Pramuka, pegiat media sosial (medsos), mahasiswa, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Blitar, dan lain-lain.

Dalam sambutannya,  Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan SDM Dr Dedy Permadi mengatakan, ada sekitar 64 juta pelaku saha kecil dan menengah. Hanya 9,4 juta atau 14 persen yang menggunakan dunia digital. Dengan kondisi tersebut tentu ada potensi luar biasa jika memanfaatkan dunia digital.

Tak dimungkiri pada masa pandemi ini, internet sangat dibutuhkan masyarakat. Namun penggunaan intenet  ini tidak lepas dari sisi negatif. Termasuk konten-konten porno, ujaran kebencian, judi, perudungan, dan lain-lain. Maka masyarakat harus menggunakan internet dengan positif dan produktif. Misal untuk branding wisata, sehingga bisa menumbuhkan ekonomi. “Kementerian Kominfo berharap Pandu Digital  mendorong digitalisasi di Indonesia  dan jadi agen-agen internet dan medsos  untuk pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Blitar Eko Susanto menjelaskan,  kondisi pandemi ini memukul sektor pariwisata. Meski demikian tidak mematikan semangat para pegiat wisata dan pemerintah, agar sektor pariwisata tetap bergeliat tanpa mengesampingkan protokol kesehatan (prokes).

Di sekor wisata ini tidak saja melibatkan pengelola wisata saja. Tapi masih ada jasa travel, pelaku kuliner, hotel, dan lain-lain.

Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menciptkan situasi untuk menarik wisatawan kembali. Misal pakai promosi lewat medsos dengan menawarkan paket harga rendah maupun menggelar event.  “Dari Pemkab Blitar sudah menerapkan lewat aplikasi Amazing Blitar, kini tinggal mensinergikan dengan pokdarwis, desa wisata, event organizer, untuk memaksimalkan pontensi di Kabupaten Blitar ini,” pungkasnya. (*)

(rt/did/esi/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news