alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Naik, Kondisi Pasar Membaik

09 November 2020, 10: 36: 35 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MULAI NAIK: Pedagang telur di Pasar templek Dicky Nur Prasetya, menata dagangannya kemarin (8/11).

MULAI NAIK: Pedagang telur di Pasar templek Dicky Nur Prasetya, menata dagangannya kemarin (8/11). (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Para pedagang telur ayam bisa sedikit bernafas lega. Itu setelah harga telur yang terus merangkak naik, disusul permintaan dari konsumen yang juga terus meningkat setidaknya dalam kurun sebulan terakhir.

Salah seorang pedagang telur ayam di Pasar Templek, Dicky Nur Prasetya mengatakan, sebelumnya harga telur ayam di pasaran sempat anjlok hingga Rp 18 ribu rupiah per kilogram (kg), namun saat ini sudah mulai membaik. "Harga sempat anjlok sebulan lalu sampai Rp 18 ribu per kg," ujarnya.

Menurut dia, sejumlah kota besar yang selama ini menjadi tujuan distribusi produsen telur ayam asal Blitar terpaksa harus lockdown akibat pandemi. Akibatnya, para produsen telur ayam di Blitar kelebihan stok, yang memaksa mereka untuk menjual telur dengan harga murah. "Alasannya beberapa waktu lalu anjlok karena stok menumpuk di Blitar, karena kota-kota besar kan banyak yang PSBB," jelasnya.

Kondisi yang kian membaik sejak pertengahan Oktober lalu, dimana harga telur ayam di pasaran mulai merangkak naik dari Rp 18 ribu per kg, kini menjadi Rp 22 ribu per kg. Sebab, bulan kemarin bertepatan dengan maulid Nabi, yang membuat masyarakat ramai-ramai berbelanja telur ayam untuk kebutuhan syukuran. "Pas bareng bulan maulid di Oktober akhir kemarin. Jadi, banyak orang belanja telur ayam," ungkap lajang 23 tahun ini.

Dampaknya, penjualan telur ayam ikut terdongkrak naik. Kalau pada awal masa pandemi di Maret-April lalu, Dicky hanya bisa menjual sekitar 10 kg telur ayam per hari, bulan ini penjualannya meningkat hingga mencapai 50 kg telur ayam per hari. "Kalau sekarang sehari bisa habis setengah kuintal," akunya.

Namun, kendala lain yang harus dihadapi oleh para pedagang telur ayam di pasar kembali muncul.  Ada dugaan, oknum-oknum tertentu yang sengaja menjual telur ayam dengan harga di bawah harga pasar, yang membuat masyarakat berfikir dua kali jika ingin berbelanja telur ayam di pasar. "Kadang di luar pasar ada yang obral lebih murah. Mungkin dari peternak langsung jual ke beberapa pihak dengan harga murah dari harga pasar. Bahkan saya lihat ada yang jual sampai Rp 20 ribu per kg," ungkapnya. (*)

(rt/tya/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news