alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Butuh Anggaran Bangun Sarana Promosi

Wacanakan Galeri Produk Peternakan

11 November 2020, 10: 16: 26 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KONTRAK HABIS: Gedung bekas bangunan rumah makan di area laboratorium perikanan dan lingkungan budi daya yang kini sedang dibongkar.

KONTRAK HABIS: Gedung bekas bangunan rumah makan di area laboratorium perikanan dan lingkungan budi daya yang kini sedang dibongkar. (AGUS MHAIMIN/ RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar –  Keterbatasan fasilitas galeri dan sarana edukasi membuat produk-produk peternakan dan perikanan belum dikenal secara baik. Ini membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mewacanakan pembangunan fasilitas promosi tersebut, meskipun belum bisa direalisasi dalam waktu dekata persoalan anggaran.

Kepala Disnakkan Kabupaten Blitar Adi Andaka mengakui, sejauh ini memang belum ada sarana atau galeri khusus yang bisa dimanfaatkan untuk promosi produk. Untuk itu, pihaknya berencana memanfaatkan area laboratorium perikanan dan lingkungan budi daya untuk mengakomodasi kepentingan peternak dan budi daya ikan ini. “Kendala kami selama ini ada di anggaran, ada banyak hal yang lebih prioritas,” terangnya.

Menurut dia, sektor peternakan dan budi daya perikanan di Kabupaten Blitar sudah berjalan dengan baik. Pemerintah, kata dia, juga selalu hadir untuk membantu kendala-kendala peternak, misalnya ketika terjadi kendala harga atupun penyakit. “Tapi memang penting juga keberadaan sarana promosi potensi ini, bisa jadi jujugan mereka yang membutuhkan produk peternakan perikanan,” katanya.

Adi mengatakan, tidak ada kendala dengan lokasi untuk pembangunan sarana tersebut. Terlebih setelah kontrak pemerintah daerah dengan rumah makan di area bekas kantor dinas perikanan telah habis. Sehingga terdapat area yang cukup luas untuk dimanfaatkan sebagai sarana promosi ini. “Kami ada rencana, itu nanti tidak hanya sekedar galeri promosi, tapi juga sarana edukasi bagi masyarakat terkait peternakan dan perikanan,” tegasnya.

Terkait perwujudan galeri promosi ini, Adi mengaku, penggunaan anggaran diawali dengan kajian dan telaah yang baik. Setelah itu ditindaklanjuti dengan perencanaan yang matang, sehingga bisa benar-benar membawa manfaat untuk masyarakat. “Sementara ini kami rencanakan dulu, detail engineering design (DED) dilakukan di 2021 nanti,” tuturnya.

Adi juga tidak menampik jika pemanfaatan atau pengelolaan aset di area bekas kantor dinasnya tesebut belum maksimal. Misalnya saja, ruko-ruko yang dulunya diharapkan bisa mengakomodasi pelaku usaha kecil di bidang perikanan banyak yang kosong. Namun, pihaknya optimistis ketika sarana promosi sekaligus edukasi peternakan perikanan tersebut selesai dibangun, area tersebut menjadi klaster peningkatan ekonomi masyarakat. “Makanya didoakan saja, pandemi korona segera berakhir, sehingga perekonomian juga lancar,” pungkasnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news