alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Politik
icon featured
Politik

Terkendala Jaringan, Batal Pakai Sirekap

Dalam Pilkada 9 Desember

17 November 2020, 11: 31: 26 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MASALAH AKSES: Wilayah selatan kini belum didukung jaringan internet yang memadai.

MASALAH AKSES: Wilayah selatan kini belum didukung jaringan internet yang memadai. (AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

BAKUNG, Radar Blitar– Sistem rekapitulasi secara elektronik (sirekap) batal digunakan dalam proses penghitungan suara Desember nanti. Hal ini menjadi kabar baik bagi kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di wilayah pegunungan, yang jarang terjangkau jaringan internet.

Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Solahudin mengatakan, pelaksanaan sirekap dalam pilkada 9 Desember, masuk dalam daftar indek kerawanan pengawasan. Pihaknya telah melakukan sampling jaringan di hampir 200 desa. Dari jumlah itu, banyak desa dengan kualitas jaringan buruk. “Ada sekitar 189 desa yang kami survei. 80 desa di antaranya memiliki jaringan yang tidak begitu baik,” katanya kemarin (16/11).

Pihaknya bersyukur sirekap tidak jadi dimanfaatkan dalam proses pengihutungan suara. Meski belum ada keputusan secara resmi, namun hasil rapat dengar pendapat antara penyelenggara pemilihan bersama DPR RI disepakati, bahwa aplikasi tersebut tidak akan digunakan dalam pilkada nanti. “Jadi sirekap hanya digunakan saat uji coba saja,” ujar Hakam.

Menurut dia, proses rekapitulasi suara masih menggunakan metode manual. itu seperti pada pemilihan sebelumnya. Sebab, sarana prasarana penunjang penggunaan aplikasi atau sistem online masih belum memadahi. Khususnya di Bumi Penataran yang notabene sebagian wilayahnya perbukitan. “Sebab kalau dipaksakan jelas hal ini akan menjadi kendala dalam proses rekapitulasi,” jelasnya.

KPU Kabupaten Blitar juga sudah mendata atau identifikasi terkait kesiapan jaringan internet di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Hasilnya, diketahui ada satu desa di wilayah Kecamatan Wates yang memang tidak didukung jaringan internet memadahi. Bahkan, ada sekitar tujuh TPS tidak ada jaringan sama sekali. “Kami sudah kelompokkan. Jaringanya sangat lemah itu ada sekitar 24 TPS. Jaringan lemah ada sekitar 185 TPS, dan tidak ada jaringan sama sekali ada sekitar tujuh TPS,” jelas Kordinator Divisi Teknis Penyelenggara, KPU Kabupaten Blitar, Nikmatus Sholihah.

Rencananya, ada dua jenis sirekap yang digunakan dalam proses penghitungan suara 9 Desember mendatang. Yakni sirekap mobile yang dioperasikan KPPS, dan sirekap web yang dioperasikan panitia pemilihan kecamatan dan KPU. Di sisi lain, ada beberapa syarat untuk penerapan aplikasi tersebut. Yakni jaringan internet dan smartphone yang mendukung untuk transfer laporan hasil penghitungan suara. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news