alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Pohon Tumbang Timpa Empat Rumah Warga

Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang

20 November 2020, 10: 02: 08 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SIGAP: Sejumlah warga Lingkungan Jajar, Kecamatan Kanigoro, membersihkan pohon tumbang menghalangi jalan, kemarin (19/11).

SIGAP: Sejumlah warga Lingkungan Jajar, Kecamatan Kanigoro, membersihkan pohon tumbang menghalangi jalan, kemarin (19/11). (FIMA PURWANTI/RADAR BLITAR)

PONGGOK, Radar Blitar – Hujan deras disertai angin kencang menerpa Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok. Akibatnya pohon tumbang dan menimpa empat rumah warga, Kamis kemarin (19/11).

Berdasarkan informasi di lapangan,  kejadian bermula ketika sekitar pukul 13.00 terjadi hujan deras di wilayah Ponggok. Lalu, sekitar pukul 13.30 angin kencang menyertai hujan lebat dan mengakibatkan sebuah pohon tumbang di Desa Sidorejo dan menimpa empat rumah warga atas nama Mariyam, Sukarni, Tutik dan Imam.

Warga langsung berupaya mengevakuasi beberapa penghuni rumah yang tertimpa pohon tumbang. Hingga, warga segera melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian. Sekira pukul 14.20, anggota kepolisian tiba di lokasi kejadian usai menerima laporan dari warga. "Akibat angin kencang atau puting beliung tersebut mengakibatkan beberapa pohon tumbang menutupi jalan dan empat rumah warga mengalami kerusakan," terang Kasubbag Humas Polres Blitar Kota Iptu Achmad Rochan.

Dari polisi bersama warga segera melakukan pemotongan pohon-pohon yang menimpa rumah warga dan mengamankan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Selain melakukan pemotongan batang pohon yang tumbang, polisi pun menggali informasi dari saksi atau warga sekitar guna memastikan penyebab kejadian.

Beruntung kejadian ini tidak mengakibatkan timbulnya korban jiwa. Bahkan, diketahui jika salah satu warga bernama Mariyam yang juga ikut tertimpa pohon sedang dalam kondisi kosong. Sebab, keluarga sedang bepergian ke luar kota. "Rumah milik warga atas nama Mariyam yang rusak akibat tertimpa pohon sengon dalam kondisi kosong karena pemilik rumah sedang ada di Surabaya," jelasnya.

"Selain membantu melakukan pemotongan batang pohon, kami juga melakukan identifikasi pada warga yang rumahnya tertimpa pohon dan kami melakukan koordinasi dengan BPBD guna mengambil langkah penanganan selanjutnya," tambah Rochan.

Dia mengimbau, kepada masyarakat agar tetap waspada dengan adanya kemungkinan bencana serupa kembali terjadi di wilayah Blitar. Sebab, kini adalah masa peralihan musim di mana bencana alam seperti angin puting beliung masih sangat mungkin terjadi. "Kejadian serupa bisa terulang kembali mengingat kini sedang memasuki masa pancaroba atau masa pergantian musim," sebutnya.

Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa pada kejadian itu, namun, kerugian materil ditaksir hingga mencapai Rp 20 juta. (*)

(rt/tya/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news