alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Bertambah 40 Orang Positif Covid – 19

Di Klaster Yasinan, Perketat Izin Kegiatan

20 November 2020, 10: 46: 10 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SIGAP: Tim gabungan sedang melakukan pengawasan di sekitar lokasi yang menjadi titik paparan Covid-19 di Desa Cakul, Kecamatan Dongko.

SIGAP: Tim gabungan sedang melakukan pengawasan di sekitar lokasi yang menjadi titik paparan Covid-19 di Desa Cakul, Kecamatan Dongko. (HUMAS POLRES FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Kepolisian Resor Trenggalek berencana memperketat izin penyelenggaraan acara yang menimbulkan kerumunan. Ini menyusul melonjaknya angka kasus Covid – 19 di Trenggalek. Terbaru adanya klaster yasinan di Desa Cakul Kecamatan Dongko, dimana 40 jamaah dinyatakan positif Covid – 19.

Belum ada rilis dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid – 19 Trenggalek. Berdasarkan data yang dihimpun Polres Trenggalek setidaknya hasil positif terhadap klaster yasinan ini didapatkan pada Selasa (17/11) ada 18 orang dinyatakan positif, dan pada Rabu (18/11) ada 22 orang. Swab Test sendiri dilakukan terhadap 46 orang.

“Dengan lonjakan kasus ini, menunjukkan masih adanya virus Korona di sekitar kita. Jika masyarakat lengah, maka tidak hanya merugikan para korban yang terpapar,tapi juga keluarganya. Bahkan masyarakat se Kabupaten Trenggalek secara umum,” ucap Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring.

Ditegaskan alumni Akpol tahun 2000 ini, pihaknya akan lebih selektif lagi dalam mengeluarkan izin untuk kegiatan masyarakat. Juga sementara penanganan dengan meningkatkan sinergitas para stakeholder untuk melakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment). "Kami dirikan Posko bersama pihak-pihak terkait sebagai upaya pemantauan dan pengawasan di sekitar lokasi," ungkapnya Kamis (19/11).

AKBP Doni melanjutkan, bersama stakeholder sudah menggelar rakor penanganan Covid-19 yang dipimpin asisten satu Pemkab Trenggalek. Hasilnya selain mendirikan posko, kata dia, yakni mengadakan sembako dari Dinsos PPPA hingga bersama satgas desa untuk memasang banner physical distancing. "Ini kami lakukan sebagai antisipasi Covid-19 menyebar," ujarnya.

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Joko Rusianto mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 di Trenggalek karena adanya kelengahan di masyarakat. Untuk itu, rakor dengan stakeholder untuk kembali meningkatkan kembali kesadaran untuk mengantisipasi paparan Covid-19. "Masyarakat perlu meningkatkan kembali protokoler kesehatan," ungkapnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news