alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Kurangi Kecelakaan, Pasang Cermin Tikungan

Di 19 Titik, Telan Anggaran Hingga Rp 78 Juta

21 November 2020, 10: 51: 13 WIB | editor : Alwik Ruslianto

LIHAT KANAN-KIRI: Salah satu cermin tikungan baru yang terpasang di persimpangan Jalan Mahakam masuk kampung Bathok di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, kemarin (20/11).

LIHAT KANAN-KIRI: Salah satu cermin tikungan baru yang terpasang di persimpangan Jalan Mahakam masuk kampung Bathok di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, kemarin (20/11). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar terus berupaya menekan angka kecelakaan di jalan. Salah satunya, dengan menambah cermin tikungan di sejumlah titik persimpangan jalan.

Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Jalan, Dishub Kota Blitar Sumaryono mengatakan, penambahan cermin tikungan itu dilakukan di sejumlah titik. Ada sekitar 19 titik persimpangan jalan di tengah kota yang dipasangi cermin tersebut. “19 titik itu tersebar di tiga kecamatan. Pemasangan sudah kami lakukan sejak beberapa waktu lalu,” katanya, kepada Koran ini kemarin (20/11).

Cermin yang dipasang, jelas dia, merupakan cermin baru. Pengadaan dan pemasangan cermin tikungan itu menelan anggaran sekitar Rp 78 juta.”Selain kami menambah, juga mengganti sebagian cermin tikungan yang sudah tidak layak dengan cermin yang baru. Sebab, cermin yang lama sudah tidak layak dan harus diganti,” ujarnya.

Menurut dia, pemasangan cermin tikungan itu tidak dilakukan di semua persimpangan jalan Kota Blitar. Dishub hanya memasang cermin tersebut, di sejumlah titik yang dinilai rawan potensi kecelakaan.”Sebelumnya, tim kami sudah melakukan survei, yaitu dengan pengecekan dan pengamatan. Survei itu juga penting sebagai bahan pertimbangan,” tegasnya.

Beberapa pertimbangannya antara lain, adalah kerawanan potensi kecelakaan, kepadatan arus lalu lintas, dan tikungannya tajam. Dari situlah, dishub kemudian menetapkan persimpangan mana saja yang memerlukan keberadaan cermin tikungan. Sehingga tidak semua persimpangan harus dipasangi cermin tersebut.

Sumaryono mengatakan, keberadaan cermin tikungan amat penting, karena menjadi sarana untuk melihat objek kendaraan yang melintas dari arah samping berlawanan. Dengan begitu, pengendara bisa berhati-hati saat hendak berbelok ke kanan maupun ke kiri tanpa rasa was-was. ”Ini memang untuk meminimalisasi potensi kecelakaan yang terjadi di tikungan. Meski ada cermin tikungan, kami minta pengguna jalan tetap hati-hati dan teliti,” ungkapnya. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news