alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Data Covid-19 Tidak Sinkron

Antara Pemkab Trenggalek dengan Pemprov Jatim

21 November 2020, 11: 14: 28 WIB | editor : Alwik Ruslianto

ilustrasi

ilustrasi (Istimewa)

KOTA, Radar Trenggalek - Delapan bulan sejak kemunculan pandemi Covid-19, pendataan pasien Covid-19 mengalami ketidaksinkronan. Pasalnya, rilis data antara Provinsi Jawa Timur (Prov Jatim) dengan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tidak sinkron. 

Diketahui, pada rilis perkembangan Covid-19 Prov Jatim pada Rabu (18/11) menyebutkan, ada 22 penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru di Kabupaten Trenggalek, sehingga totalnya menjadi 449 kasus. Namun rilis Kominfo Trenggalek menyebut, ada 30 penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru di Trenggalek, sehingga totalnya menjadi 457 kasus per Rabu (18/11). 

Plt Bupati Trenggalek Benny Sampirwanto mengakui adanya perbedaan data antara Prov Jatim dan daerah. Menurut dia, perkembangan Covid-19 mengacu data dari Provinsi Jatim, karena Pemprov memiliki kewenangan dalam menyampaikan informasi ke publik. “Jadi, kami (daerah, Red) menjelaskan setelah ada informasi dari pemerintah pusat (Pemprov Jatim, Red),” ujarnya. 

Alasan mengacu data dari Pemprov Jatim, kata dia, agar menjadi satu informasi yang dapat digunakan pemerintah kabupaten (Pemkab) sebagai dasar untuk menjelaskan (rilis kasus Covid-19, Red) ke masyarakat. “Jadi kita di daerah ini sifatnya mendetailkan, baik di mana, kapan, itu setelah Pemprov Jatim merilis perkembangan jumlah terkonfirmasi Covid-19 baru, sembuh, dan meninggal,” jelasnya. Benny pun berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai ketidaksinkronan data dengan pihak-pihak terkait. 

Sementara itu, Kepala Kominfo Trenggalek Edif Hayunan Siswanto belum dapat dikonfirmasi mengenai ketidaksinkronan data perkembangan Covid-19 dengan Pemprov Jatim. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news