alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Janji Nikahi, Cabuli Hingga Hamil

21 November 2020, 11: 15: 37 WIB | editor : Alwik Ruslianto

ilustrasi

ilustrasi (Istimewa)

PAGERWOJO, Radar Tulungagung - Bermodal janji gombal akan menikahi serta membelikan handphone, Priyono berhasil merenggut keperawanan seorang pelajar putri kelas 2 SMA. Tak hanya sekali, warga Desa Gambiran, Kecamatan Pagerwojo ini bahkan telah memaksa korban, Nana (bukan nama asli) untuk berhubungan intim layaknya suami istri hingga delapan kali. Akibatnya, korban yang tak lain berstatus pacar Priyono itu hamil tiga bulan.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini terungkap ketika korban berkeluh kesah kepada bibinya jika dua bulan terakhir ia tidak menstruasi. Kemudian, bibi korban yang mencurigai ada hal yang tidak beres dengan korban, langsung melaporkan kepada orang tua korban. Setelah itu, korban didesak orang tua untuk menceritakan apa yang dialaminya, hingga tidak menstruasi. "Karena terus didesak, korban mengaku telah  melakukan hubungan intim layaknya suami istri," kata Kasatreskrim polres Tulungagung AKP Ardyan Yudo Setyantono melalui Kanit UPPA, Iptu Retno Pujiarsih.

Bak disambar petir mendengarkan pengakuan anaknya yang masih duduk di bangku SMA, lantas orang tua tidak terima dan melaporkan Priyono yang merupakan pacar anaknya tersebut. "Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya Priyono berhasil kami amankan Senin kemarin," katanya.

Priyono saat diinterogasi mengakui perbuatannya. Hubungannya, baru ia jalin  sembilan bulan lalu atau tepatnya Maret.. Dimana Priyono mengenal korban melalui media sosial Facebook hingga lanjut komunikasi via WhatsApp. Karena sering chatting, dan merasa ada ketertarikan dengan korban, Priyono mengajak ketemuan. "Awal kenalan lewat Facebook," tegasnya.

Tak ingin menyia-nyiakan pertemuan pertamanya, Priyono yang kesehariannya sebagai tukang giling tebu ini mencoba menarik perhatian korban dengan menyewa mobil rental. Harga sewa kala itu, hanya Rp 350 ribu per hari. Ia mengajak korban jalan-jalan keliling kota. "Tak lama, keduanya sepakat untuk pacaran," jelasnya.

Entah apa yang masuk di pikiran Priyono, tiba-tiba pada Mei, korban diajak ke rumah saudaranya dekat rumah tersangka. Karena sepi, lantas melancarkan aksi bejatnya. Priyono membujuk rayu korban, yakni akan dibelikan handphone jika mau berhubungan intim dengannya. "Bahkan ia merayu akan menikahinya jika hamil," tegasnya.

Hingga akhirnya, dari pengakuan Priyono elah melakukan persetubuhan hingga delapan kali. Bahkan, saat ini korban dalam kondisi berbadan dua. "Beberapa barang bukti telah kami amankan. Seperti pakaian Nana dan test pack kehamilan serta hasil visum yang menyebutkan ada luka pada kemaluan korban," tuturnya.

Kini atas perbuatannya, Priyono ditahan di Mapolres Tulungagung. Sembari penyidik melengkapi berkas perkara untuk pelimpahan ke kejaksaan. Sedangkan perbuatannya, bakal diganjar penjara 15 tahun penjara. Sesuai pasal 76 D jo pasal 81 ayat (1) atau (2) UURI Nomor 23 Tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news