alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Kualitas Air di Bawah Baku Mutu

Di Empat Sungai

21 November 2020, 11: 20: 26 WIB | editor : Alwik Ruslianto

COKLAT: Beberapa orang tengah mencari cacing di tengah aliran Sungai Ngrowo yang kecoklatan.

COKLAT: Beberapa orang tengah mencari cacing di tengah aliran Sungai Ngrowo yang kecoklatan. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung –  Kualitas air di empat titik sungai di Kota Marmer, tidak memenuhi baku mutu. Hal itu disebabkan karena banyaknya limbah domestik yang mencemari sungai tersebut. Selain itu juga dipicu minimnya saluran pembungan air tanpa resapan yang mengarah langsung ke sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Santoso melalui Kabid Tata Lingkungan TPA DLH Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan mengatakan, pihaknya telah melakukan pengetesan kualitas air di empat titik sungai di Tulungagung yakni Sungai Parit Agung di Campurdarat; Sungai Song; Sungai Ngrowo di sekitar pinka; dan pertemuan aliran sungai di Brantas. Dari hasil tes tersebut menunjukkan bahwa kualitas air sungai tersebut berada di bawah baku mutu. “Jika standar baku mutu itu 75, faktanya berada di angka 60,” tuturnya.

Makrus, –sapaan akrabnya menjelaskan, kualitas air yang di bawah baku mutu tersebut disebabkan limbah domestik hasil rumah tangga. Karena di sepanjang sungai tersebut banyak ditemukan rumah yang cara pembuangan limbahnya langsung ke sungai. Selain itu, minimnya saluran air resapan juga membuat limbah domestik langsung bercampur ke sungai. “Indikasi kami, kualitas air di bawah baku mutu itu diakibatkan karena banyak rumah di sekitar alirannya dan membuang limbahnya ke sungai,” jelasnya.

Pihaknya telah menginformasikan bahwa seharunya harus ada resapan pada saluran pembuangan. Resapan tersebut berfungsi agar limbah domestik dari rumah tangga tidak terbuang langsung ke sungai. Artinya limbah tersebut akan mengalami pengendapan terlebih dahulu pada resapan. “Jadi dengan itu air yang masuk ke sungai sudah layak baku mutu dan tidak mencemari air sungai,” papar pria ramah itu.

Pria berkumis tipis itu mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kualitas baku mutu air pada sungai tersebut. Seperti memberikan rekomendasi SPPL ketika hendak membuat saluran pembungan yang langsung menuju ke sungai. Melakukan sosialisasi kepada desa-desa dengan harapan bisa menyadarkan masyarakat untuk peduli dengan lingkunganya. “Karena hingga saat ini tidak ada aturan mengenai punishment. Akhirnya kami kesulitan untuk menindak hal itu,” ungkapnya.

Pada 2022, pihaknya juga telah merencanakan akan membuat ikon wisata air di Sungai Ngrowo. Dengan adanya wisata air tersebut diharapkan kesadaran untuk menjaga sungai menjadi semakin tinggi. “Jika dibandingkan beberapa tahun lalu, kini sudah banyak orang yang tidak lagi membuang sampah ke sungai. Dan nantinya dengan ada wisata air bisa lebih meningkatkan kesadaran masyarakat,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news