alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tewas Dihantam Benda Tumpul

Tak Sampai Sehari, Terduga Pelaku Diciduk

21 November 2020, 11: 22: 07 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MASIH PENYELIDIKAN: Tampak rumah Ni’ma Turrohmah, korban pembunuhan yang dipasang garis polisi.

MASIH PENYELIDIKAN: Tampak rumah Ni’ma Turrohmah, korban pembunuhan yang dipasang garis polisi. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

BANDUNG, Radar Tulungagung - Tangis Nuril Huda, warga Dusun Tanggung RT 02, RW 03, Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung pecah pada Kamis (19/11) malam kemarin. Karena, melihat istrinya, Ni'ma Turrohmah terlentang dengan kondisi yang mengenaskan dengan kepala belakang bersimbah darah di ruang tengah. Diduga, kepala wanita berusia 45 tahun itu dihantam dengan benda tumpul hingga tewas.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, jasad korban ditemukan langsung oleh suaminya, Nuril Huda pada pukul 20.30. Ketika itu, Nuril Huda yang baru pulang dari yasinan langsung masuk ke dalam rumah melalui pintu dekat garasi mobilnya. Itu karena, pintu depan dan belakang terkunci. "Sebelum masuk, suami korban sempat mengintip dari jendela. Dan terlihat korban sudah telentang di lantai ruang tengah," kata Kapolres Tulungagung  AKBP Handono Subiakto melalui Kapolsek Bandung, AKP Alpho Gohan.

Namun setelah dapat masuk ke dalam rumah, betapa kagetnya ia menemukan korban sudah tak bernyawa. Kepalanya bersimbah darah dan mata bawah terlihat lebam berwarna biru. "Diduga luka itu terjadi akibat benda tumpul," tegasnya.

Mengetahui itu, lantas bapak dua anak itu bergegas menginformasikan ke saudaranya, Miftahul Huda yang rumahnya berada di depan rumahnya. Selanjutnya, meneruskannya ke pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.  "Jadi, korban dan suaminya itu tinggal berdua saja. Setelah dua anaknya memilih menempuh pendidikan di pondok. Sehingga, ketika peristiwa terjadi, korban di rumah sendiri," jelasnya.

Di lokasi, tampak Nuril Huda tak henti-hentinya menyebut nama Allah SWT. Bahkan tangisnya kembali pecah, ketika kedua anaknya datang, setelah dijemput dari pondok. Sedangkan, Inafis Polres Tulungagung yang datang langsung memasang garis polisi dan melakukan olah TKP dan menyisir lokasi kejadian. Kemudian jasad korban, dievakuasi ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr Iskak Tulungagung pukul 00.34.

"Korban kita bawa ke RSUD, guna dilakukan otopsi," jelasnya.

Sementara itu, tim Inafis Polres Tulungagung mengamankan sejumlah barang bukti diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Di antaranya ada kursi kayu kecil, tang, bantal, dan bor listrik. Bahkan olah TKP tambahan, dilakukan Inafis pada Jumat (20/11) pagi sekitar pukul 08.00. "Beberapa saksi telah kami bawa ke polsek untuk dimintai keterangan," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan, Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudo Setyantono. Dalam perkembangan kasus, pria ramah ini mengaku sudah mengumpulkan sejumlah keterangan dari empat saksi dan barang bukti dari dua kali olah TKP. Hasilnya, kurang dari 24 jam ia berhasil mengamankan terduga pelaku yang saat ini masih dalam pemeriksaan. "Untuk lebih lanjutnya, menunggu hasil otopsi. Insya Allah, akan kami rilis Senin" katanya.

Meski telah mengamankan terduga pelaku, pihaknya belum memperbolehkan police line yang terpasang di rumah korban untuk dibuka. Sehingga, sementara ini Nuril Huda dan kedua anaknya tinggal di rumah kerabatnya. "Belum boleh dibuka. Menunggu sampai kasus ini selesai," tandasnya.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun koran ini di lokasi, terduga pelaku diketahui berinisial BS, 27. Ia merupakan tetangga korban. Ia diamankan oleh polisi pada Jumat pagi (20/11) dirumahnya yang berada 15 meter dari belakang rumah korban. "Tadi diamankan pagi. Ia diamankan di kamarnya," kata salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya karena masih bertetangga.

Dia mengaku belum mengetahui jelas permasalahan yang menjadi motif terduga pelaku membunuh korban. Namun soal kepribadian BS, ia menyebut pelaku memiliki kepribadian yang tertutup dan pendiam. Ketika diajak ngobrolpun, sering memalingkan pandangan. Berbeda dengan korban, dinilai tetangga orang yang ramah dan rajin berjamaah. Bahkan, sebut warga yang mewanti tidak mau sebutkan namanya ini mengatakan sebelum ditemukan tewas, korban sempat ikut berjamaah salat Isya. "Kalau kesehariannya, BS ini adalah buruh harian di penggergajian batu. Ia tinggal dengan orang tua dan satu adik," tandasnya.

Setelah BS diamankan, rumah bercat krem dan pintu merah yang menjadi tempat tinggal terduga pelaku tersebut terlihat tertutup rapat seolah kosong. Sedangkan warga terus berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa.

Sisi lain, dari otopsi jenazah ditemukan beberapa luka lecet, memar serta luka robek di kepala dan wajah di tubuh korban. Selain itu, tim juga menemukan tanda-tanda mati lemas atau kekurangan oksigen. "Paling banyak, korban mengalami kekerasan di kepala," kata Kepala Urusan Forensik Dokpol Bhayangkara Kediri, dr. Tutik Purwanti.

Dia juga menjelaskan dari pemeriksaan luka di kepala diduga diakibatkan oleh benda tumpul. Itu sesuai kriteria luka robek yang dialami korban. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news