alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

UNISBA Blitar Lahirkan Generasi Berkualitas

Program Detasering Tahun Anggaran 2020

21 November 2020, 11: 44: 04 WIB | editor : Jessica AP

Rektor UNISBA Blitar, Drs. H. Soebiantoro, M. Si. Beri sambutan saat yudisium secara online.

Rektor UNISBA Blitar, Drs. H. Soebiantoro, M. Si. Beri sambutan saat yudisium secara online. (WHENDY GIGIH PERKASA/RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar- Yudisium sarjana S-1 angkatan XV Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar, tahun akademik 2019/2020 digelar hari ini. Prosesi yudisium secara keseluruhan dilakukan secara online. Yakni menggunakan aplikasi Zoom meeting.

Total peserta yudisium sebanyak 645 orang. Jika dikalkulasi, hingga angkatan XV ini, sudah ada 7.100 lebih lulusan UNISBA Blitar. Hebatnya, mereka sudah banyak bekerja di berbagai  perusahaan di seluruh Indonesia. Termasuk menjadi pejabat kabupaten aparatur sipil negara (ASN). Tak sedikit juga yang berhasil menjadi entrepreneur ataupun pengusaha sukses.

Rektor UNISBA Blitar, Drs. H. Soebiantoro, M. Si., menyatakan, cita-cita UNISBA yakni menghasilkan lulusan yang dicari oleh pekerjaan sebagai intrapreneur profesional. Selain itu, bisa menciptakan pekerjaan sebagai entrepreneur berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, kritis konstruktif, kreatif, dan inovatif. “Salah satu langkah nyata UNISBA, yakni peneguhan jati diri sebagai The Eterpreneurial University yang mengembangkan kecakapan wirausaha mandiri,” ujarnya.

Rektor UNISBA Blitar, Drs. H. Soebiantoro, M. Si. Beri sambutan saat yudisium secara online.

Rektor UNISBA Blitar, Drs. H. Soebiantoro, M. Si. Beri sambutan saat yudisium secara online. (WHENDY GIGIH PERKASA/RADAR BLITAR)

Dia melanjutkan, pengembangan kualitas institusi juga terus dilakukan. Termasuk kerjasama dengan perguruan tinggi lain baik di dalam maupun luar negeri. Pihak kampus juga menggandeng dunia usaha dan industri, serta pemerintah. Karena itulah menjadi keputusan tepat bagi para lulusan sekolah menengah atas untuk bergabung di UNISBA.

Terkait yudisium, pihak kampus telah menyampaikan informasi tersebut kepada peserta. Termasuk Zoom meeting https://us02web.zoom.us/j/8097191338?pwd=Q3NuUFlrSWVJUUZZbHVKNEhDM0VvZz. Zoom mulai dibuka sekitar pukul 08.25 dan ditutup pukul 08.30. Siaran langsung YouTube https://youtu.be/YpyMZpmELf0.

“Yudisium digelar online. Zoom meeting ID: 809 719 1338, password: unisba1234. Acara juga disiarkan live YouTube,” ujar Ketua Panitia Yudisium UNISBA Blitar, Hery Suprayitno, S.E., M.M., kemarin (20/11).

Dalam yudisium sarjana S-1 angkatan XV itu, ada mahasiswa peraih IPK terbaik. Di antaranya Reza Sri Devi Salsabilla, S.Pd (3,83) mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan; Ratna Dwi Mei Wulandari, S.Ak (3,79) mahasiswa Fakultas Ekonomi; Yudhistira Wahyu Dewantara, S.I.Kom (3,76) mahasiswa Fakultas Sosial dan Ilmu Politik; Didik Eko Wiyono, S.Kom (3,76) mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi; Fatma Nuari Ramadhanti, S.P (3,65) mahasiswa Fakultas Pertanian; Tariya Arsono Putra, S.H (3,62) mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum; Eko Bayu Widianto, S.T (3,55) mahasiswa Fakultas Teknik; dan Oryza Septian Hanaditya, S.Pt (3,52) mahasiswa Fakultas Peternakan.

Bukan hanya melahirkan generasi bangsa berkualitas, tahun ini UNISBA juga mendapat kontrak Program Detasering Direktorat Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Itu dibuktikan dengan surat keputusan Direktur Sumber Daya Nomor 131.1/E4/KU/2020 tanggal 14 Januari 2020.

“Tujuannya agar tidak ada perbedaan atau disparitas antara perguruan tinggi negeri (PTN) dengan perguruan tinggi swasta (PTS)yang sama-sama berkualitas,” kata Hery yang juga Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan UNISBA.

Hal senada juga diungkapkan Penanggung Jawab Program Detasering, Dwi Kameluh Agustita S.Si., M.Pd. Dia menyatakan, program detasering lebih kepada eksistensi kampus swasta. Dengan begitu tidak ada jarak antara PTN dan PTS.

Wanita ramah itu mengatakan, ada beberapa program dalam kontrak tersebut. Yakni tata kelola perguruan tinggi, dan program sumber daya manusia (SDM). Untuk program SDM, contohnya peningkatan kompetensi dosen-dosen UNISBA.

Nah, dalam program detasering itu, UNISBA didampingi tujuh detaser. Mereka merupakan profesor dan para pakar yang ahli di bidangnya. Karena itulah sudah tak diragukan lagi kualitas dari UNISBA.

Dia juga menceritakan, kontrak program detasering yang diperoleh UNISBA tahun ini termasuk gelombang II. Itu setelah UNISBA mengikuti seleksi nasional. Yakni dengan mengirimkan berbagai kegiatan kampus melalui sistem yang sudah ditentukan. UNISBA harus bersaing dengan ratusan universitas lain se-Indonesia. “Tahap I usulan, tahap II perbaikan. Dari ratusan universitas diambil 80, kemudian akhirnya diambil 31 kampus. Termasuk UNISBA. Saat presentasi, saya juga bawa salah satu ikon Blitar. yakni Bung Karno,” jelas dosen biologi tersebut.

Dia menambahkan, untuk kedepannya UNISBA juga bakal upgrade. Misalnya terakreditasi baik menjadi baik sekali. Itu sesuai produk 2020 yang terbaru. (*)

(rt/whe/esi/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news